GORONTALO — Sebuah kejutan besar mewarnai panggung Piala Dunia 2026 dengan hadirnya tim debutan asal Kepulauan Karibia, Curacao.
Bagi pencinta sepak bola tanah air, negara ini tentu tidak asing karena pernah dipaksa bertekuk lutut dua kali oleh Timnas Indonesia pada laga uji coba tahun 2022 silam.
Kala itu, armada Merah Putih sukses menyapu bersih kemenangan dalam dua pertemuan beruntun pada September 2022.
Baca juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Tembus Peringkat 118 Dunia
Indonesia berhasil membungkus kemenangan ketat 3-2 di laga pertama, lalu kembali unggul 2-1 pada pertandingan kedua.
Gelontoran gol kemenangan Indonesia saat itu lahir dari aksi Marc Klok, Fachruddin Aryanto, Dendy Sulistyawan, serta dua gol dari Dimas Drajad.
Namun siapa sangka, tim yang sempat dipecundangi Indonesia tersebut justru berhasil mencetak sejarah besar dengan menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Baca juga: Pemandian Bersejarah Taluhu Barakati Resmi Dibuka Kembali Jadi Magnet Wisata Baru
Kejutan Lolos Piala Dunia, Tapi Langsung Diamuk Der Panser
Sayangnya, debut bersejarah Curacao di turnamen sepak bola terakbar sejagat ini langsung berubah menjadi mimpi buruk.
Bersaing di Grup E, mereka dipaksa merasakan keganasan raksasa Eropa, Jerman, dalam laga perdana yang berlangsung Senin, 15 Juni 2026.
Bertanding di NRG Stadium, Houston, skuad Der Panser tanpa ampun memberondong gawang tim debutan tersebut dengan skor mencolok 7-1.
Baca juga: Polres Pohuwato Ciduk Pria Popayato, Dua Paket Sabu Dibuang ke Tanah
Tujuh gol Jerman masing-masing dilesakkan oleh Felix Nmecha, Nico Schlotterbeck, Nathaniel Brown, Deniz Undav, Jamal Musiala, serta brace dari Kai Havertz.
Cetak Rekor Kemenangan Terbesar dan Catatan Bersih Tanpa Kartu
Curacao sebenarnya sempat memberikan perlawanan dan memperkecil ketertinggalan melalui gol tunggal yang dicetak oleh Livano Comenencia.
Namun, kedigdayaan Jerman membuat skor 7-1 ini resmi menjadi rekor kemenangan terbesar sementara sepanjang pagelaran Piala Dunia 2026 berjalan.
Hasil kontras ini menempatkan Jerman kokoh di puncak klasemen Grup E, sedangkan Curacao terbenam di dasar klasemen posisi keempat.
Uniknya, meski laga dihujani banyak gol, pertandingan ini berjalan sangat bersih karena wasit tidak mengeluarkan satu pun kartu kuning maupun kartu merah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber