GORONTALO – Kondisi ekonomi Provinsi Gorontalo pada bulan Mei 2026 menunjukkan tren yang cukup menantang.
Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2 Juni 2026, daerah ini mencatatkan angka deflasi bulanan sebesar 0,96 persen.
Sayangnya, kabar deflasi ini diikuti dengan penurunan daya beli sektor pertanian.
Baca juga: Mengenal Bunga Khas Gorontalo, Flora Unik yang Penuh Makna Filosofi
Nilai Tukar Petani (NTP) Gorontalo mengalami kontraksi sebesar 3,06 persen, yang membuat indeksnya kini berada di angka 121,92 jika dibandingkan dengan bulan April.
Penurunan NTP Terdalam di Kawasan Timur Indonesia
Kemerosotan nilai tukar petani di Gorontalo pada periode ini menjadi yang paling signifikan di antara 14 provinsi yang berada di kawasan timur Indonesia.
Dari belasan provinsi tersebut, tercatat delapan wilayah mengalami penurunan NTP, sementara enam lainnya justru menunjukkan tren positif.
Baca juga: Warga Kota Gorontalo Penerima Bantuan Bakal Dicoret Kalau Kedapatan Miras dan Narkoba
Kontras dengan kondisi di Gorontalo, Sulawesi Tengah justru menjadi wilayah dengan kenaikan NTP paling tinggi di bulan Mei 2026 yang mencapai 4,72 persen.
Di sisi lain, Gorontalo harus puas dengan posisi penurunan terdalam sebesar 3,06 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya.
Pergerakan Inflasi Tahunan dan Komoditas Pemicu
Meskipun secara bulanan mengalami deflasi, BPS Provinsi Gorontalo tetap mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year) di angka 2,99 persen, dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,13 persen.
Baca juga: Gagal di Piala Dunia U-17, Mathew Baker Dipanggil Timnas Indonesia Senior di FIFA Matchday Juni 2026
Kenaikan harga tahunan ini dipicu oleh lonjakan pada sembilan kelompok pengeluaran utama.
Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi tahunan antara lain adalah cabai rawit, daging ayam ras, serta telur ayam ras.
Selain itu, komoditas hasil laut seperti ikan selar (tude), ikan mujair, ikan layang, dan cumi-cumi juga ikut andil dalam kenaikan harga, ditambah dengan naiknya harga emas perhiasan serta air kemasan.
Secara kewilayahan, terdapat perbedaan tipis pada laju inflasi tahunan:
Kabupaten Gorontalo: Mencatatkan angka inflasi tahunan sebesar 3,67 persen.
Kota Gorontalo: Mencatatkan angka inflasi tahunan yang relatif lebih rendah, yakni 2,19 persen.
Penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga
Laporan BPS juga menyoroti turunnya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Bumi Serambi Madinah ini sebesar 1,30 persen pada Mei 2026.
Sektor yang menyumbang penurunan paling drastis adalah kelompok kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, dan tembakau yang terkoreksi hingga 2,34 persen.
Apa Itu Deflasi?
Deflasi adalah sebuah kondisi ekonomi di mana terjadi penurunan harga barang dan jasa secara umum serta terus-menerus dalam periode waktu tertentu.
Secara sederhana, deflasi merupakan kebalikan dari inflasi; jika inflasi membuat nilai uang menurun karena harga-harga naik, deflasi justru menunjukkan harga-harga di pasar sedang mendingin atau turun.
Meskipun bagi konsumen harga yang lebih murah terdengar menguntungkan, deflasi yang terlalu tajam sering kali mengindikasikan melemahnya daya beli atau kelesuan aktivitas ekonomi di suatu wilayah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPS, Pemprov Gorontalo