GORONTALO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)menerbitkan laporan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat periode 25-28 Mei 2026.
Potensi hujan tiga hari ke depan ini diprediksi bakal menyelimuti sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Gorontalo.
Berdasarkan dinamika atmosfer terkini, Gorontalo berpotensi mengalami lonjakan curah hujan yang cukup signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga: Perda LGBT Kota Gorontalo akan Dirancang Setelah Iduladha
Dalam rilis berkala tersebut, BMKG meminta masyarakat di kawasan Gorontalo dan puluhan provinsi lainnya untuk melipatgandakan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang yang dapat memicu bencana turunan.
Selain Gorontalo, wilayah lain yang berada dalam kluster periode 25 – 28 Mei 2026 ini meliputi sebagian besar Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga tanah Papua.
Di sisi lain, tingkat ancaman lebih tinggi berupa status Siaga untuk kategori hujan lebat hingga sangat lebat disematkan pada tiga wilayah utama, yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
Baca juga: Bupati Gorontalo Ajak ASN Sukseskan Visi Presiden Prabowo
Tak hanya curah hujan tinggi, fenomena alam berupa angin kencang juga diprediksi akan menyisir belasan titik mulai dari Aceh bagian utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara, hingga Papua Selatan.
Imbauan Menghadapi Cuaca Ekstrem dan Dehidrasi
BMKG menyoroti adanya anomali cuaca di mana kondisi terik menyengat pada siang hari bisa mendadak berubah menjadi cuaca ekstrem.
Oleh karena itu, masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan pada siang hari diimbau untuk selalu mengenakan tabir surya (sunscreen) demi melindungi kulit dari paparan ultraviolet, serta menjaga asupan air minum agar terhindar dari dehidrasi dan keletihan fisik.
Baca juga: Menyelami Kedalaman Jiwa Perempuan yang Tenang dan Stabil Secara Emosional
Di samping itu, para pemangku kebijakan dan warga diminta bersiap memitigasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Para pengguna jalan, khususnya pengendara motor dan mobil, diharapkan ekstra hati-hati terhadap guyuran hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang karena berisiko mengganggu jarak pandang serta kelancaran lalu lintas.
Risiko Pohon Tumbang dan Reklame Roboh
Masyarakat juga diminta waspada terhadap ancaman struktural di ruang publik.
Saat hujan badai terjadi, hindari berteduh di bawah pohon rindang, baliho iklan, atau konstruksi bangunan yang sudah rapuh karena rawan tumbang akibat empasan angin.
Jika kilat sudah mulai menyambar, sangat disarankan untuk segera membatasi seluruh aktivitas di ruang terbuka dan mencari tempat berlindung yang aman.
Mengingat perubahan kondisi cuaca yang bersifat fluktuatif dan cepat berubah, informasi ini wajib menjadi bahan pertimbangan utama dalam menyusun rencana perjalanan, baik melalui jalur darat, penyeberangan laut, maupun penerbangan udara, termasuk agenda olahraga dan wisata luar ruang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG