Senin, 23 MARET 2026 • 09:38 WIB

Membangun Negeri dengan Hati: 25 Sikap Pemimpin Ideal dalam Perspektif Adat Gorontalo

Author

Kawasan Menara Keagungan Limboto, salah satu spot berburu takjil selama Ramadan (Indozone Gorontalo)

GORONTALO — Dalam falsafah hidup masyarakat Provinsi Gorontalo, seorang pemimpin atau Wuleya Lo Lipu bukan sekadar pemegang jabatan.

Seorang pemimpin dalam falsafah hidup Gorontalo adalah orang yang mengemban amanah luhur sebagai lidah dan bibir rakyatnya. 

Berdasarkan nilai-nilai Tahuda (pesan moral adat), terdapat kriteria ketat yang harus dipenuhi untuk menjadi pemimpin yang berwibawa dan dicintai.

Baca juga: Bukan Sekadar Penutup Meja, Ini 5 Evolusi Menarik Sejarah Taplak Meja

Berikut adalah 25 sikap esensial yang harus dimiliki seorang pemimpin menurut adat Gorontalo

Fondasi Karakter dan Intelektualitas

  • Dudelo (Pembawaan): Memiliki aura kepemimpinan yang tenang dan meyakinkan.
  • Ta’yoa (Tabiat): Menunjukkan sifat alami yang baik dan terpuji.
  • O’Ayuwa (Karakter): Memiliki kepribadian yang kuat dan tidak mudah goyah.
  • Pomilohu (Visi): Mempunyai pandangan jauh ke depan untuk kemajuan negeri.
  • Modungga Boli Opadumo: Berpendidikan luas, bijaksana, serta memiliki pendirian yang teguh.

Baca juga: Sering Overthinking? Ini 5 Alasan Mengapa Sikap 'Bodo Amat' Itu Perlu

Interaksi dan Keadilan Sosial

  • Podungohu (Mau Mendengar): Terbuka terhadap aspirasi dan keluh kesah rakyat.
  • Pohuhama (Pendapat): Mampu memberikan ide dan solusi yang solutif.
  • Helumo (Mufakat): Mengutamakan kesepakatan bersama dalam mengambil keputusan.
  • Dulohupa (Musyawarah): Menjadikan musyawarah sebagai landasan utama penyelesaian masalah.
  • Bilohe (Rasa Persaudaraan): Memandang rakyat sebagai bagian dari keluarga besar.

Baca juga: Lebih dari Sekadar Hobi, Ini 4 Indikator Psikologis Seseorang yang Mencintai Hujan

Integritas dan Moralitas

  • Awota (Persatuan): Menjaga hubungan baik dan keharmonisan antarwarga.
  • Ikilale (Ikrar): Memegang teguh janji dan kejujuran yang dapat dipercaya.
  • Timamango (Ramah Tamah): Selalu bersikap sopan dan menghargai setiap orang.
  • Loyode (Empati): Memiliki kesederhanaan dan empati yang tinggi terhadap sesama.
  • Woyoto (Rendah Hati): Tidak serakah dan selalu merendahkan hati di hadapan kekuasaan.

Keberanian dan Ketegasan

  • Dupapa (Menghormati Orang): Memberikan apresiasi dan penghormatan kepada orang lain.
  • Pouda wawu motijuju (Toleran): Menghargai perbedaan dan bersikap toleran.
  • Manasa (Jantan): Berani bertindak tegas dan siap menghadapi segala tantangan demi rakyat.
  • Towongo Wawu Huato: Memiliki pemahaman yang mendalam dalam menjalankan hukum secara adil.

Spiritualitas dan Kasih Sayang

  • Tinepo wawu tombulao (Selektif): Mampu menilai segala sesuatu dengan objektif dan hati-hati.
  • Dungota (Cinta Lingkungan): Mencintai sesama makhluk sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.
  • Mo’odelo (Berwibawa): Disiplin dalam bertindak sehingga memancarkan kewibawaan.
  • Poonuwa (Penyayang): Menjadikan kasih sayang sebagai basis kepemimpinannya.
  • Huyula (Kerja Sama): Menggerakkan semangat gotong royong tanpa mengharap pamrih.
  • Piili (Tingkah Laku): Senantiasa menjaga perilaku agar tetap terpuji.
  • Basalata (Adil): Bertindak seadil-adilnya tanpa memihak.
  • Basalata Yipilo (Jujur): Menjadikan kejujuran mutlak sebagai mahkota kepemimpinan.

Intinya, nilai-nilai kepemimpinan dalam adat Gorontalo ini mengajarkan bahwa menjadi pemimpin adalah tentang pengabdian, bukan penghambaan. 

Dengan memegang teguh 25 prinsip Tahuda ini, seorang pemimpin akan mampu membawa negerinya menuju kesejahteraan yang hakiki (Molimehu Buala).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU