Ilustrasi taplak meja (Istimewa)
GORONTALO — Taplak meja mungkin terlihat seperti pelengkap furnitur biasa.
Namun, di balik kain yang mempercantik ruang makan Anda, tersimpan perjalanan budaya yang sangat panjang.
Berikut adalah 5 fakta menarik tentang asal-usul dan perkembangan taplak meja.
Baca juga: Sering Overthinking? Ini 5 Alasan Mengapa Sikap 'Bodo Amat' Itu Perlu
Sejak era Romawi Kuno, taplak meja sudah digunakan oleh kaum elite.
Fungsi utamanya saat itu adalah melindungi meja kayu yang harganya sangat mahal dari noda makanan dan minuman.
Selain itu, penggunaan taplak juga menjadi standar etiket bagi tuan rumah dalam menyambut tamu kehormatan.
Baca juga: Lebih dari Sekadar Hobi, Ini 4 Indikator Psikologis Seseorang yang Mencintai Hujan
Pada masa ini, taplak meja bukan lagi sekadar pelindung, melainkan simbol derajat seseorang.
Semakin halus bahan kainnya dan semakin putih warnanya, maka semakin tinggi pula status sosial pemiliknya.
Taplak meja yang putih bersih melambangkan kekayaan karena biaya perawatannya yang mahal di masa itu.
Fakta unik dari sejarah taplak meja adalah fungsinya yang pernah menjadi penyeka tangan dan mulut kolektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Viva Gorontalo