Kamis, 12 MARET 2026 • 13:39 WIB

Mau Hindari Macet Parah? Cek Bocoran Waktu Mudik Terfavorit di Lebaran 2026

Author

Ilustrasi orang mudik (Istimewa)

GORONTALO – Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, mudik bukan sekadar pulang kampung, melainkan sebuah misi tahunan untuk merajut kembali tali silaturahmi saat lebaran.

Namun, tantangan terbesarnya selalu sama yakni kemacetan horor yang menguras energi. Lantas, kapan waktu terbaik untuk berangkat agar perjalanan tetap lancar?

Berdasarkan hasil survei terbaru dari GoodStats bertajuk "Pola Perilaku Masyarakat Saat Ramadan dan Idulfitri 2026", terungkap bahwa masyarakat kini semakin cerdas dalam menentukan strategi keberangkatan. 

Baca juga: Pemkab Gorontalo Siapkan Rp25,2 Miliar untuk THR ASN, Cair Mulai Hari Ini

Dari 1.000 responden yang terlibat, mayoritas sudah menentukan jadwal curi start demi menghindari puncak arus mudik.

Strategi "Curi Start" Jadi Pilihan Utama

Bocoran dari data survei menunjukkan bahwa 62,1% pemudik berencana berangkat pada periode H-4 hingga H-2 Lebaran. 

Rentang waktu ini dianggap sebagai jendela paling ideal untuk mendapatkan ritme perjalanan yang lebih stabil sebelum volume kendaraan mencapai titik jenuh.

Jika Anda sedang merencanakan jadwal, catat tanggal-tanggal penting ini:

Baca juga: 5 Kebutuhan Masyarakat Indonesia Jelang Lebaran 2026, Baju Baru Masih Prioritas

  • H-4 hingga H-7 (16 - 19 Maret 2026): Menjadi pilihan 29,7% responden. Ini adalah strategi paling aman bagi Anda yang memiliki fleksibilitas waktu kerja atau sudah mengambil cuti lebih awal.
  • H-3 (20 Maret 2026): Dipilih oleh 19,6% pemudik sebagai hari keberangkatan.
  • H-2 (21 Maret 2026): Menjadi pilihan bagi 12,8% masyarakat yang ingin tiba tepat sebelum malam takbiran.

Baca juga: Prospek Cuaca Gorontalo dan Sejumlah Wilayah di Indonesia Periode 13–16 Maret 2026

Opsi Bagi Pemudik Jarak Dekat

Tidak semua orang memilih berangkat jauh-jauh hari. Survei juga mencatat bahwa sekitar 10,8% orang tetap memilih mudik pada H-1, dan 9,8% berangkat tepat pada hari Lebaran. 

Kelompok ini biasanya adalah mereka yang memiliki jarak tempuh relatif dekat atau memang menunggu hingga arus lalu lintas di jalur utama mulai melandai.

Menariknya, tren mudik pasca-Lebaran juga mulai diminati. Sebanyak 17,3% responden memilih berangkat pada H+ Lebaran, sebuah strategi jitu bagi mereka yang ingin menikmati jalanan yang benar-benar lengang dan waktu libur yang lebih panjang di kampung halaman.

Temuan GoodStats ini menegaskan bahwa tidak ada waktu yang benar-benar "sempurna" untuk semua orang.

Pemilihan waktu mudik sangat bergantung pada jarak tempuh, jadwal pekerjaan, dan kesiapan kendaraan.

Namun, dengan mengikuti tren mayoritas yang berangkat di antara H-4 hingga H-2, Anda setidaknya bisa memiliki gambaran kapan kepadatan mulai meningkat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Goodstats

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU