GORONTALO — Momen buka puasa adalah salah satu waktu yang paling membahagiakan bagi setiap muslim yang menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
Namun, di balik rasa syukur melepas dahaga, tersimpan rahasia spiritual yang besar melalui untaian doa.
Membaca doa sebelum berbuka bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghambaan dan adab terbaik kepada Sang Pencipta.
Baca juga: Kenapa Awal Puasa Ramadan Selalu Maju Setiap Tahun? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berikut adalah panduan doa buka puasa yang bersumber dari riwayat shahih serta ulasan mengenai betapa pentingnya amalan ini.
Pilihan Doa Buka Puasa Ramadan
Ada beberapa versi doa yang dapat kita amalkan, masing-masing memiliki kedalaman makna tersendiri.
1. Doa Berdasarkan Riwayat Abu Dawud
Ini adalah doa yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia karena maknanya yang mencakup aspek iman dan tawakal.
Lafadz: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.
Baca juga: Potret Pendidikan Indonesia 2025: Dominasi Lulusan SMA dan Tantangan Gelar Sarjana
Artinya: "Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang."
2. Doa Berdasarkan Riwayat Ibnu Majah & Abu Dawud
Doa ini sering disebut sebagai doa yang paling kuat sanadnya (shahih) dan sangat indah karena menggambarkan kondisi fisik orang yang baru saja membatalkan puasa.
Lafadz: Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.
Baca juga: Aturan Jam Operasional Usaha di Kota Gorontalo Selama Ramadan 2026
Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah."
3. Doa Keberkahan Rezeki
Selain dua doa di atas, umat Islam juga sering memanjatkan permohonan keberkahan atas hidangan yang tersedia.
Lafadz: Allahumma barik lana fi rizqina waghfir lana dhunubana.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah rezeki kami dan ampunilah dosa-dosa kami."
Mengapa Kita Harus Berdoa Saat Berbuka?
Berdoa di saat matahari terbenam bukan tanpa alasan. Ada lima alasan fundamental mengapa momen ini begitu istimewa.
Adab dan Sunnah: Mengikuti cara Rasulullah SAW dalam memulai sesuatu dengan menyebut nama Allah.
Waktu Mustajab: Berbuka adalah salah satu waktu di mana doa tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Refleksi Rasa Syukur: Mengingatkan kita bahwa rasa kenyang dan puas setelah lapar adalah murni nikmat dari-Nya.
Kendali Diri: Dengan berdoa, kita diingatkan untuk tidak berlebihan saat menyantap hidangan (tidak israf).
Edukasi Generasi: Menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak agar mereka terbiasa mengawali segala aktivitas dengan doa.
Manfaat Spiritual Membaca Doa Buka Puasa
Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, konsisten membaca doa ini akan memperkuat sisi psikologis dan spiritual seorang mukmin.
Kita akan menjadi pribadi yang lebih tawakal, memiliki keimanan yang kokoh, dan selalu sadar akan nikmat sekecil apa pun.
Dengan mengamalkan doa yang benar, momen berbuka kita tidak hanya sekadar mengenyangkan perut, tetapi juga mengenyangkan ruhani dengan keberkahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber