GORONTALO — Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan bangsa, tapi potret terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2025 menunjukkan tantangan besar dalam pemerataan aksesnya.
Mayoritas penduduk Indonesia saat ini terkonsentrasi pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Berdasarkan data yang dirilis, berikut adalah rincian capaian pendidikan masyarakat Indonesia:
Baca juga: Aturan Jam Operasional Usaha di Kota Gorontalo Selama Ramadan 2026
Baca juga: Panduan Lengkap Mandi Wajib: Tata Cara, Niat, dan Dalil Syariatnya
Dominasi lulusan sekolah menengah atas mengisyaratkan adanya hambatan ekonomi yang signifikan.
Banyak warga yang memilih segera terjun ke dunia kerja demi menopang kebutuhan keluarga dibandingkan melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang memerlukan biaya besar.
Ketimpangan juga terlihat jelas antara wilayah kota dan desa. Akses ke bangku perkuliahan di daerah perdesaan masih sangat terbatas, di mana hanya 6,03% warganya yang merupakan lulusan sarjana.
Baca juga: Hulondalo Mopuasa Festival 2026: Geliat Ekonomi Kreatif dan Budaya di Telaga Biru
Angka ini sangat kontras dengan wilayah perkotaan yang memiliki persentase lulusan perguruan tinggi mencapai 14,33%, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan perdesaan.
Menanggapi kondisi ini, pemerintah telah menetapkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam alokasi belanja negara tahun 2026. Berikut adalah rencana strategis penguatan anggaran pendidikan:
Total Anggaran: Diproyeksikan mencapai Rp757,8 – Rp769,08 triliun.
Proporsi Belanja: Alokasi ini memenuhi mandat konstitusi sebesar 20% dari total belanja negara yang ditetapkan senilai Rp3.786,5 triliun.
Kenaikan: Anggaran ini mengalami peningkatan sebesar 0,4% hingga 9,8% dari proyeksi tahun 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPS, Goodstats