GORONTALO - Memiliki atasan yang kompeten dan suportif tentu menjadi dambaan setiap karyawan demi kemajuan karier.
Namun, realitas di lapangan sering kali berbeda. Banyak pemimpin yang justru merasa tidak aman dengan kemampuan dirinya sendiri, sehingga melampiaskan tekanan kepada bawahannya.
Sikap tersebut berisiko menciptakan atmosfer kerja yang tidak sehat alias toxic.
Baca juga: Asah, Asih, Asuh: Formula Rahasia Mengasuh Anak Tanpa Perlu Clueless
Berikut adalah 5 indikasi bahwa atasan Anda berpotensi merusak kesehatan mental dan lingkungan kerja, beserta strategi untuk meresponsnya:
1. Memberikan Instruksi yang Mustahil Dipenuhi
Seorang pemimpin seharusnya menjadi navigator yang realistis, tapi bos yang toxic sering kali memberikan perintah tanpa mempertimbangkan waktu dan logika.
Contohnya, meminta Anda menghadiri rapat di luar kota dalam waktu 30 menit saat perjalanan membutuhkan waktu lebih lama.
Baca juga: Jodoh Tak Kunjung Datang? Coba 4 Strategi 'Jemput Takdir' Berikut Ini
Ketika mendapati hal ini, yang bisa Anda lakukan yakni tetap tenang, cobalah berkomunikasi secara jujur mengenai kendala yang ada, dan jika situasi tidak kunjung membaik, pertimbangkan untuk mencari peluang di tempat lain.
2. Mengklaim Ide Bawahan sebagai Pencapaian Pribadi
Ketidakyakinan akan kemampuan diri membuat beberapa bos tega mencuri ide kreatif bawahannya demi mendapatkan pujian dari level manajemen yang lebih tinggi.
Hal ini tidak hanya mengecewakan, tetapi juga dapat menghambat promosi Anda.
Baca juga: 5 Manfaat Gaya Hidup Minimalis untuk Jiwa yang Tenang
Soluusinya bangun jejaring dengan rekan kerja tepercaya dan carilah mentor di level yang lebih tinggi untuk berbagi ide secara transparan, sehingga atasan Anda sulit mengklaim hasil kerja Anda sebagai miliknya.
3. Sengaja Menghambat Kemajuan Karier
Atasan yang melihat bawahan berbakat sebagai ancaman biasanya akan melakukan sabotase karier.
Mereka akan membatasi kontribusi Anda agar tidak terlihat oleh perusahaan atau melakukan kontrol berlebihan agar Anda sulit berkembang.
Yang bisa Anda lakukan ialah laporkan situasi tersebut kepada manajemen yang lebih tinggi dengan menyertakan bukti-bukti logis agar yang bersangkutan mendapatkan teguran resmi.
4. Melepaskan Tanggung Jawab Saat Terjadi Kegagalan
Bos tipe ini cenderung menutup diri saat ada masalah dan melemparkan semua kesalahan kepada tim.
Saat pekerjaan gagal, mereka akan mencuci tangan dan menyatakan bahwa itu adalah tanggung jawab penuh Anda.
Cobalah ajak bicara mengenai dampak sikapnya terhadap tim, tapi jika kesehatan mental Anda mulai terganggu, segera siapkan rencana untuk mengundurkan diri.
5. Egoisme yang Merusak Mental
Bekerja seharusnya bukan menjadi sebuah hukuman. Ketika atasan terus-menerus menjadikan bawahannya sebagai sasaran atas ketidakmampuannya, integritas lingkungan kerja tersebut sudah hancur.
Solusinya, jangan memendam masalah sendirian. Jika komunikasi tidak lagi membuahkan hasil, mulailah mencari pekerjaan baru yang lebih menghargai keberadaan Anda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber