GORONTALO– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca untuk periode 7 hingga 10 November 2025.
Provinsi Gorontalo menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena potensi adanya fenomena angin kencang.
Berdasarkan prakiraan BMKG, Gorontalo masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi angin kencang selama periode tersebut.
Baca juga: Jalan Rusak di Kota Gorontalo Mulai Diperbaiki, Pemerintah Utamakan yang Prioritas
Selain Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya juga diprediksi mengalami fenomena yang sama.
Masyarakat di wilayah ini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko yang ditimbulkan oleh tiupan angin yang kuat.
Kondisi Umum dan Peningkatan hujan sedang
Secara umum, kondisi cuaca di Indonesia didominasi oleh awan tebal hingga hujan ringan.
Baca juga: Ormas di Kota Gorontalo Harus Aktif Bangun Daerah, Jangan Ketinggalan Zaman
Meskipun Gorontalo tidak masuk dalam daftar potensi hujan sedang, sejumlah besar provinsi lain di Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan hujan hingga intensitas sedang.
Peningkatan intensitas hujan sedang ini berpotensi terjadi di wilayah-wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan juga sama.
Baca juga: Timnas Indonesia U-17 Telan Kekalahan Perdana di Piala Dunia U-17 2025, Kalah 1-3 dari Zambia
Status Siaga di Tiga Wilayah
Sementara itu, peringatan dini dengan level Siaga (potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang) ditetapkan untuk tiga provinsi, yaitu Jawa Timur, Maluku, dan Papua Pegunungan.
Imbauan Kesiapsiagaan BMKG
Menghadapi potensi perubahan cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat Gorontalo dan daerah lain untuk mengambil langkah pencegahan:
Pertama, waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
Kedua, menjauhi wilayah terbuka, serta pohon, bangunan, atau infrastruktur yang terlihat rapuh saat terjadi angin kencang dan badai.
Ketiga, siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja.
Keempat, tetap mencukupi asupan cairan tubuh dan menggunakan tabir surya, karena cuaca terik masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kelima, wajib memantau informasi cuaca terkini yang akan terus diperbarui melalui kanal resmi BMKG.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG