Kamis, 25 SEPTEMBER 2025 • 08:22 WIB

Dua Faktor Utama Pemicu Ratusan Pernikahan Anak di Kabupaten Gorontalo

Author

Ilustrasi pernikahan anak di bawah umur (Istimewa)

GORONTALO – Angka pernikahan anak di Kabupaten Gorontalo masih mengkhawatirkan tahun ini. 

Hingga September 2025 tercatat 111 kasus, hampir menyamai jumlah tahun 2024 yang mencapai 119 kasus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Gorontalo, Zescamelya Uno, menyebut angka ini kemungkinan besar masih akan bertambah.

Baca juga: KEPMMI: Korlap Diksar Mapala FIS UNG Akui Ada Kekerasan

"Kemungkinan besar angka ini masih akan bertambah," kata Zescamelya, Rabu, 24 September 2025. 

Zescamelya menyebut ada banyak faktor yang menyebabkan angka pernikahan anak di Kabupaten Gorontalo tembus hingga ratusan kasus.

Ada dua faktor dominan yang melatarbelakangi kasus tersebut, yakni anak putus sekolah, dan kehamilan pra-nikah.

Baca juga: Idah Syahidah Sidak Dapur MBG Dini Hari, Pastikan Makanan Aman dan Variatif

“Anak-anak putus sekolah karena tidak tahu mau bikin apa lagi, lebih baik dinikahkan. Ada juga yang sudah terlanjur hamil, makanya dinikahkan,” jelas Zescamelya.

Menurutnya, situasi ekonomi memang turut memengaruhi, tapi bukan menjadi alasan utama. Faktor lain yang cukup menonjol adalah tingginya penggunaan gawai tanpa kontrol keluarga.

“Kadang orang tua dan anak malah sibuk dengan gawai masing-masing. Kontennya tidak terkontrol, perhatian orang tua juga hilang. Ini yang membuat anak-anak rentan,” tambahnya.

Baca juga: Idah Syahidah Temukan Kekurangan di Dapur SPPG Penyedia MBG

Zescamelya menegaskan, peran keluarga sangat penting untuk menekan angka pernikahan anak. 

Pihaknya kini memperkuat sosialisasi lintas sektor, mulai dari Kemenag, BKKBN, hingga perlindungan anak berbasis keluarga.

“Yang sudah terlanjur menikah harus juga mendapat perhatian khusus, supaya tidak melahirkan anak stunting, terhindar dari kekerasan, dan perceraian yang memang rawan terjadi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, tingginya angka pernikahan anak turut berdampak pada meningkatnya kasus stunting di Kabupaten Gorontalo.

“Jadi kenapa stunting kita naik, ya karena banyak pernikahan anak,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU