GORONTALO - Rencana pernikahan yang seharusnya menjadi hari bahagia berubah menjadi duka bagi Sukmawati Rahman.
Calon suaminya, yang diketahui merupakan anggota Brimob Polda Gorontalo justru mangkir dari akad nikah yang dijadwalkan pada 9 Agustus 2025 kemarin.
Saat ditemui, perempuan yang sering disapa Sukma itu mengaku bingung dengan sikap calon suaminya yang tiba-tiba menghilang.
Baca juga: Polisi yang Menghilang di Hari Pernikahan Dilaporkan ke Propam Polda Gorontalo
Sukma bercerita, keduanya tidak memiliki masalah sebelumnya. Komunikasi antara keduanya masih terjalin.
Bahkan, calon suaminya masih sempat menjemput pakaian adat yang akan dipakai pada akad nikah nanti.
Diduga Berbohong
Usai menjemput pakaian adat, keluarga Tri Farhan menghubungi Sukma untuk menanyakan keberadaan calon suaminya itu.
Baca juga: Anggota Polisi di Gorontalo Menghilang di Hari H Pernikahan
Saat dihubungi Sukma, Tri Farhan bilang kalau dirinya berada di rumah. Namun, Sukma tak langsung percaya.
"Katanya dia di rumah, makanya saya pastikan lagi. Terus saya bilang,'jangan bohong, kalau memang di rumah, tidak mungkin kakakmu hubungi saya'," ungkap Sukma.
Tri Farhan tetap ngotot kalau dirinya berada di rumah. Sukma yang merasa curiga bercampur khawatir dengan kondisi calon suaminya lantas memintanya untuk pulang.
Baca juga: Pengadilan Tinggi Gorontalo Ziarah ke Makam Brigjen (Purn) Piola Isa
"Saya bilang ke dia, 'pulang dulu, kasihan orang tuamu yang khawatir karena kamu belum pulang ke rumah.' Setelah itu pesan saya tidak dibalas lagi," katanya.
Digantung Tanpa Kepastian
Tanggal 10 Agustus, Sukma kembali menghubungi Tri Farhan untuk memastikan hubungan mereka. Namun, yang didapat adalah ketidakpastian.
Baca juga: Tren Lari di Gorontalo Meningkat, Polisi Ingatkan Keselamatan
"Saya tanya tentang hubungan itu, tapi cuma dibalas 'why [kenapa]?'" ujarnya.
Di hari yang sama, orang tua Tri Farhan juga menemui Sukma di rumahnya.
Sukma yang menganggap masalah ini sudah selesai kembali menghubungi calon suaminya untuk memastikan maksud kedatangan orang tuanya.
"Katanya dia tidak tahu. Terus saya bilang [hubungan] kita sudah selesai," ujarnya.
Mengadu ke Polda Gorontalo
Pada Senin, 11 Agustus 2025, Sukma memutuskan membawa masalah ini ke jalur hukum.
Didampingi keluarganya, Sukma melapor ke SPKT hingga ke Propam Polda Gorontalo.
Zainudin Husain, salah satu keluarga yang mendampingi Sukma berharap anggota polisi berpangkat Bripda itu diproses hukum.
"Minimal ada efek jera. Ada tanggung jawab Polri terhadap apa yang sudah dilakukan anggotanya," kata Zainudin.
Diduga Berada di Palu
Zainudin bilang sampai dengan sekarang Brimob Polda Gorontalo masih mencari keberadaan Tri Farhan.
Namun, pihak keluarga mendapat informasi jika Tri Farhan sekarang sedang berada di Palu.
"Tanggal 10 [Agustus] pagi kita dapat informasi kalau si laki-laki ini sudah ada di Palu," ungkap Zainudin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan