GORONTALO – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara tropis penghasil tebu terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Tanaman tebu tidak hanya menjadi sumber utama produksi gula nasional, tetapi juga berperan dalam menopang sektor industri makanan dan minuman.
Tebu juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara melalui ekspor.
Baca juga: Wanita Muda di Gorontalo Ditangkap Usai Diduga Curi Tas Polisi di Masjid
Laporan data terbaru menunjukkan bahwa luas perkebunan tebu di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 502,8 ribu hektare (ha).
Angka ini mencatatkan peningkatan seluas 31,5 ribu ha dibanding tahun sebelumnya, menandai pertumbuhan positif di sektor perkebunan tebu nasional.
Gorontalo Masuk 10 Besar Perkebunan Tebu Terluas
Pulau Jawa tetap menjadi pusat budidaya tebu nasional, tapi sejumlah wilayah di luar Jawa mulai menunjukkan geliat yang signifikan.
Provinsi Gorontalo berhasil masuk dalam daftar sepuluh besar provinsi dengan lahan tebu terluas di Indonesia, dengan luas mencapai 9,8 ribu ha.
Pemerintah Fokus Swasembada Gula Tahun 2025
Seiring dengan bertambahnya luas area tanam, pemerintah menegaskan kembali target swasembada gula konsumsi sebagai salah satu prioritas nasional di tahun 2025.
Untuk memperkuat pencapaian tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan resmi melepas dua varietas tebu unggulan dalam Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan bulan Juni 2025 yang digelar pada Senin, 16 Juni 2025.
Baca juga: Arisan Ibu Bhayangkari di Boalemo Diduga Macet, Wakapolres Beri Klarifikasi
Langkah ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 23 Tahun 2023, yang menyatakan bahwa pelepasan varietas merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap varietas hasil pemuliaan dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai layak untuk dikembangkan dan diedarkan secara nasional.
Dua Varietas Tebu Baru Siap Diterapkan di Lapangan
Dua varietas tebu unggul yang telah resmi dilepas meliputi yakni SGN 01 (Klon JSR 13-2161), diusulkan oleh PT. Sinergi Gula Nusantara (KSO Kebun Dhoho)Panjalu 01, hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Kediri, BRIN, dan BBPPTP Surabaya.
Pelepasan varietas ini tidak hanya berfungsi sebagai peningkatan produktivitas, tetapi juga memperkuat sistem perbenihan nasional yang menjadi tulang punggung pengembangan komoditas perkebunan berkelanjutan.
Komoditas Strategis dengan Nilai Ekonomi Tinggi
Tak hanya sebagai bahan baku gula, tebu juga memiliki nilai strategis karena menghasilkan produk turunan seperti etanol dan bioenergi.
Peningkatan luas lahan dan pelepasan varietas unggul diharapkan mempercepat pencapaian kemandirian gula konsumsi serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sentra tebu, termasuk Gorontalo.
Dengan potensi lahan dan dukungan teknologi, provinsi seperti Gorontalo kini tak hanya menjadi pemain baru, tetapi juga kontributor penting dalam ekosistem industri gula nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodstats, BPS