Arisan yang dikelola ibu bhayangkari di Boalemo diduga macet (Ilustrasi/Istimewa)
GORONTALO – Sebuah arisan yang dikelola oleh seorang istri polisi di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan mengalami kemacetan.
Arisan ini sempat menjanjikan cuan besar dalam waktu singkat dan telah menarik puluhan peserta dari Gorontalo hingga Sulawesi Tengah.
Kabar mengenai arisan tersebut pertama kali mencuat di media sosial Facebook, setelah sejumlah peserta mengaku mengalami kesulitan menarik dana mereka.
Baca juga: Dorong Motor Curian Sejauh Satu Kilometer, Residivis Curanmor di Gorontalo Tertangkap Lagi
Arisan ini disebut-sebut menawarkan keuntungan menggiurkan, seperti imbal hasil hingga Rp10 juta dari setoran awal Rp1 juta.
Peserta yang ikut berasal dari berbagai daerah dan menyetorkan uang dalam jumlah bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Kredibilitas pengelola yang merupakan istri seorang anggota polisi turut memengaruhi tingkat kepercayaan peserta di awal.
Baca juga: Mabuk Miras, Seorang Remaja di Kota Gorontalo Nekat Aniaya Warga Pakai Sajam
Namun seiring waktu, banyak peserta mengaku belum menerima hasil yang dijanjikan, bahkan komunikasi dengan sebagian pihak dalam kelompok arisan pun terputus.
Menanggapi polemik ini, Wakapolres Boalemo, Kompol Afandi Nurkamiden memberikan klarifikasi pada Kamis, 31 Juli 2025.
Ia menegaskan bahwa arisan tersebut bukan termasuk dalam kategori arisan bodong atau penipuan.
Baca juga: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa Rusia Berakhir
"Ini arisan biasa, bukan arisan bodong. Hanya saja ada potongan administrasi. Masalah muncul karena beberapa peserta tidak melunasi kewajibannya sehingga arisan tidak berjalan lancar, atau macet," jelas Afandi.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memanggil pengelola arisan yang merupakan istri polisi beserta suaminya untuk memberikan klarifikasi atas situasi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan