Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan (Indozone Gorontalo)
GORONTALO — Kekerasan seksual adalah trauma yang tidak hanya melukai fisik, tetapi juga merampas rasa aman dan kendali seseorang atas dirinya sendiri.
Dalam situasi ini, kehadiran orang terdekat sering kali menjadi jangkar pertama dalam proses pemulihan yang panjang.
Dukungan yang tepat dapat membantu korban merasa berdaya kembali.
Baca juga: Timnas Indonesia U-17 Gagal ke Semifinal Piala AFF U-17 2026, Runtuhnya Tradisi Podium Sejak 2017
Berikut adalah lima prinsip dasar dalam memberikan dukungan yang tulus dan bermakna:
Bagi seorang korban, keraguan adalah musuh terbesar. Kalimat sederhana seperti "Aku percaya padamu" memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa.
Hindari sikap skeptis atau pertanyaan yang bersifat menginterogasi.
Baca juga: Update BMKG: Potensi Hujan 20 - 23 April 2026, Wilayah Gorontalo Masuk Zona Waspada
Mempercayai cerita mereka tanpa syarat adalah langkah pertama untuk meruntuhkan tembok isolasi yang sering dirasakan korban.
Kekerasan seksual terjadi karena adanya pemaksaan kehendak.
Oleh karena itu, pemulihan harus dimulai dengan mengembalikan hak pilih kepada korban.
Baca juga: Main Imbamg Lawan Vietnam, Timnas Indonesia U-17 Gagal ke Semifinal Piala AFF U-17 2026
Jangan pernah memaksa mereka untuk melapor, melakukan visum, atau bercerita jika mereka belum siap.
Cukup tanyakan, "Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu saat ini?" dan biarkan mereka yang menentukan arah langkahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber