Mengungkap sisi jenius kepribadian messy (Istimewa)
GORONTALO — Masyarakat sering kali mengasosiasikan kerapian dengan kedisiplinan dan kesuksesan.
Sebaliknya, mereka yang membiarkan barang-barangnya berserakan kerap dicap sebagai pribadi yang malas atau tidak terorganisir. Namun, penelitian psikologi modern mulai mengungkap tabir lain.
Ada kekuatan luar biasa di balik tumpukan kertas dan ruang kerja yang acak.
Baca juga: 5 Kalimat yang Menandai Rendahnya Kecerdasan Sosial Seseorang
Menjadi kurang rapi ternyata bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan cerminan dari cara otak tertentu bekerja.
Berikut adalah beberapa kelebihan tersembunyi dari orang yang memiliki kepribadian kurang rapi.
Sebuah studi menemukan bahwa lingkungan yang berantakan justru memicu pemikiran yang kreatif.
Baca juga: Wali Bakal Tampil di Perayaan HUT Kota Gorontalo
Saat seseorang tidak terikat oleh keteraturan yang kaku, otak cenderung lebih bebas mengeksplorasi ide-ide baru yang tidak konvensional (out of the box).
Kekacauan visual di sekitar mereka sering kali menjadi stimulasi bagi lahirnya terobosan-terobosan segar.
Orang yang kurang rapi biasanya tidak ingin membuang energi mental mereka untuk detail-detail kecil yang dianggap tidak esensial, seperti menyusun pulpen berdasarkan warna.
Baca juga: Asal Usul Malam Minggu: Evolusi Budaya Kencan dan Waktu Luang di Indonesia
Mereka lebih memilih mengalokasikan konsentrasi pada tugas utama atau visi besar yang sedang dikerjakan.
Bagi mereka, hasil akhir yang substansial jauh lebih penting daripada estetika ruang kerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Beautynesia