Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 27 MARET 2026 • 13:54 WIB

Perjalanan Panjang Kipas Angin dari Masa ke Masa

Perjalanan Panjang Kipas Angin dari Masa ke MasaPerjalanan panjang kipas angin dari masa ke masa (Istimewa)

GORONTALO — Siapa sangka, kipas angin, benda yang setia berputar di sudut ruangan atau tergantung di langit-langit kamar kita memiliki sejarah yang membentang ribuan tahun? 

Jauh sebelum teknologi digital menguasai dunia, manusia telah berinovasi melawan teriknya cuaca dengan satu misi sederhana: menciptakan hembusan angin.

Berikut adalah transformasi luar biasa kipas angin, dari selembar bulu hingga menjadi perangkat elektronik yang kita kenal sekarang.

Baca juga: Lama Menghilang di Era STY, Elkan Baggott Girang Pulang ke Timnas Indonesia di Era John Herdman

Era Kuno: Keanggunan di Balik Kibasan Tangan

Kisah kipas angin bermula di Tiongkok kuno sekitar 3.000 tahun yang lalu. 

Pada masa itu, kipas bukanlah alat mekanis, melainkan simbol status dan keanggunan. 

Bentuk pertamanya sangat organik, terbuat dari anyaman bambu atau bulu unggas yang ditata rapi pada bingkai kayu.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anda Harus Mengendalikan Kebiasaan Oversharing

Tak hanya di Tiongkok, budaya dunia lainnya pun mengadopsi cara ini:

  • Jepang: Melahirkan Sensu, kipas lipat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari seni dan upacara adat.
  • India: Menggunakan Pankha, kipas tangan berukuran besar yang sering kali dihias dengan indah.

Baca juga: Menuju Transformasi Kesehatan: Pemkab Gorontalo Matangkan Substansi Audiensi dengan Menteri Kesehatan

Abad ke-18: Eksperimen Unik Bertenaga Panas

Memasuki abad ke-18, seorang ilmuwan asal Belanda bernama Cornelis Drebbel mencoba melakukan lompatan besar. 

Ia merancang sebuah kipas yang digerakkan oleh energi panas dari minyak atau lilin. 

Meskipun idenya sangat visioner pada zamannya, alat ini tidak pernah mencapai popularitas massal karena dianggap kurang praktis dan berisiko. 

Namun, ini adalah bukti awal bahwa manusia mulai berpikir untuk melepaskan diri dari tenaga manual.

1882: Revolusi Listrik Schuyler Skaats Wheeler

Dunia benar-benar berubah pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1882, seorang insinyur muda asal Amerika Serikat, Schuyler Skaats Wheeler, berhasil mempatenkan kipas angin listrik pertama di dunia. 

Berbekal motor listrik sederhana, Wheeler mengubah alat yang dulunya harus diayunkan dengan tangan menjadi mesin otomatis yang efisien. 

Penemuan ini menjadi fondasi bagi seluruh perangkat pendingin ruangan modern yang kita gunakan hari ini.

Abad ke-20 hingga Kini: Portabilitas dan Kecanggihan

Memasuki abad ke-20, kipas angin mulai bertransformasi menjadi lebih ringan, portabel, dan terjangkau bagi masyarakat luas. 

Inovasi tidak berhenti pada hembusan angin saja, tetapi merambah ke fitur-fitur seperti pengaturan kecepatan ( speed control), mode osilasi (berputar ke samping), dan desain tanpa baling-baling (bladeless) yang lebih aman dan futuristik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Viva Gorontalo

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Perjalanan Panjang Kipas Angin dari Masa ke Masa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!