GORONTALO – Potensi besar Kecamatan Bongomeme sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis makanan mulai dilirik serius oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, secara khusus mendorong wilayah ini untuk bertransformasi menjadi destinasi kuliner unggulan daerah.
Harapan tersebut disampaikan Sofyan saat menghadiri malam puncak Ketupat Fest 2026 yang berlangsung meriah di Kompleks Pasar Bongomeme, Sabtu, 28 Maret 2026 kemarin.
Baca juga: Kevin Diks: Sangat Sulit Mengalahkan Kami di Kandang
Kegiatan yang digagas oleh Komunitas SDB bersama Karang Taruna setempat ini merupakan rangkaian perayaan Lebaran Ketupat yang sarat akan nilai budaya dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Sofyan Puhi memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi penyelenggara yang mampu mengemas tradisi lokal menjadi ajang yang produktif.
Menurutnya, Ketupat Fest bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan instrumen penting untuk memperkuat persatuan sosial pasca-Ramadan.
Baca juga: Final FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Vs Bulgaria, John Herdman: Kalau Lambat, Kita Bisa Dihukum
"Ketupat Fest ini adalah bukti bahwa kolaborasi pemuda dan masyarakat mampu menghidupkan roh budaya kita. Saya ingin semangat kebersamaan ini tidak berhenti di sini, tapi terus menjadi penggerak ekonomi warga melalui sektor kuliner dan pariwisata," ujar Sofyan.
Dorongan Bupati untuk menjadikan Bongomeme sebagai pusat kuliner bukan tanpa alasan.
Kabupaten Gorontalo dijadwalkan akan menjadi tuan rumah agenda berskala nasional, yakni Pekan Nasional (PENAS) pada Juni 2026 mendatang.
Baca juga: Jadwal Final FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Vs Bulgaria di SUGBK
Event besar tersebut diperkirakan akan menyedot sekitar 32 ribu peserta dari seluruh penjuru Indonesia.
Angka ini dinilai sebagai pangsa pasar yang sangat potensial bagi para pelaku UMKM di Bongomeme.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo