GORONTALO– Suasana salat Isya dan Tarawih berjemaah di Masjid Darul Arqam, Kota Gorontalo, Kamis 19 Februari 2026 kemarin, menjadi sangat istimewa.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memanfaatkan momen malam pertama Ramadan 1447 H tersebut untuk membagikan sejumlah pencapaian strategis yang akan membawa perubahan besar bagi kemajuan daerah.
Bagi Gusnar, pertemuan tersebut bukan sekadar ritual ibadah, melainkan ruang untuk memperkuat ikatan emosional dengan warga.
Baca juga: Sisi Lain Ramadan 2025: Mengapa Angka Kecemasan Justru Meningkat di Bulan Suci?
“Ini momentum penting untuk menyampaikan kabar baik bagi masyarakat,” ungkap Gusnar.
Kabar yang paling dinantikan adalah kepastian pembangunan embarkasi haji tahap pertama.
Kontrak senilai Rp45 miliar telah resmi ditandatangani, menandai awal dari impian Gorontalo menjadi pusat layanan ibadah ke tanah suci.
Baca juga: Doa Buka Puasa yang Shahih Beserta Artinya: Panduan Lengkap dan Keutamaannya
Kehadiran fasilitas ini diproyeksikan tidak hanya melayani warga lokal, tetapi juga menjadi magnet bagi jemaah dari Sulawesi Utara, Maluku, hingga Papua.
Gusnar meyakini hal ini akan membuat operasional Bandara Djalaluddin semakin produktif.
“Saya memegang data statistik, jemaah umroh dari Gorontalo itu 3.000-4.000 orang tahun 2024, oleh sebab itu saya yakin bandara tidak akan sepi," katanya.
Baca juga: Kenapa Awal Puasa Ramadan Selalu Maju Setiap Tahun? Ini Penjelasan Ilmiahnya
"Jadi namanya nanti menjadi bandara Embarkasi Haji dan umroh. Orang umroh dari Gorontalo lebih murah dan langsung ke tanah suci,” sambungnya.
Sektor pendidikan juga mendapat angin segar. Proses alih status IAIN Sultan Amai menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) kini sudah memasuki babak final di Sekretariat Negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo