Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 27 OKTOBER 2025 • 13:01 WIB

MTN Lab: Residensi Gorontalo, Ruang Temu-Eksplor Seniman dan Kurator di Indonesia Timur

MTN Lab: Residensi Gorontalo, Ruang Temu-Eksplor Seniman dan Kurator di Indonesia TimurMTN LAB: Residensi Gorontalo (Istimewa)

GORONTALO – Gorontalo menjadi salah satu daerah yang dipilih menjadi tuan rumah MTN Lab: Residensi 2025. Program ini merupakan bagian dari fase pengembangan dalam skema trajektori Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya bidang Seni Rupa yang dikelola oleh Kementerian Kebudayaan

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menegaskan bahwa pelaksanaan MTN Lab: Residensi Gorontalo 2025 menjadi wujud nyata komitmen Kementerian untuk memperluas akses dan kesempatan bagi seniman di berbagai wilayah Indonesia.

“Setiap daerah memiliki denyut kreatifnya sendiri. Di Indonesia Timur, kita melihat tumbuhnya generasi seniman dengan semangat eksplorasi yang luar biasa. Melalui MTN Seni Budaya, Kementerian Kebudayaan ingin memastikan bahwa peluang pengembangan talenta seni rupa tidak hanya berpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang selama ini menjadi sumber kekayaan gagasan dan kebudayaan,” ujar Ahmad Mahendra.

Baca juga: Gorontalo Lagi Musim Hujan, Ini 5 Tips Jaga Diri dan Lingkungan Biar Tetap Asik dan Aman

MTN Seni Budaya adalah program prioritas nasional yang dikelola Kementerian Kebudayaan. MTN Seni Budaya bertujuan untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan, serta menghubungkan talenta dengan berbagai peluang pengembangan kapasitas dan akses pasar, baik nasional maupun global.

MTN Lab menjadi ruang penciptaan dan pengembangan karya melalui residensi, inkubasi, lokakarya, dan masterclass yang mendukung proses kreatif secara menyeluruh.

Sebagai Koordinator MTN Seni Budaya Bidang Seni Rupa, Vicky Rosalina mengatakan bahwa dipilihnya Gorontalo untuk menjadi lokus MTN Lab: Residensi di Indonesia Timur bukan tanpa sebab. Dalam beberapa tahun belakangan, menurutnya Gorontalo menunjukkan dinamika kesenirupaan yang menarik.

Baca juga: 21 Sekolah di Wilayah 3T Kabupaten Gorontalo Bakal Nikmati MBG

“Ada komunitas lokal yang giat mengadakan program, ada agenda tahunan, ada kampus seni, ada terbitan yang mendokumentasikan karya-karya seniman lokal,” ungkapnya.

Selain Gorontalo, residensi juga akan berlangsung di empat daerah lain: Jakarta, Yogyakarta, Gresik, dan Denpasar. Di Gorontalo, pendaftaran dibuka hingga 30 Oktober, dengan pelaksanaan residensi dijadwalkan pada 10–24 Oktober 2025.

Selama 14 hari, peserta akan tinggal di lokasi yang telah ditetapkan untuk mengikuti rangkaian program intensif yang mencakup kelas-kelas penciptaan karya, kekuratoran, teknis produksi, serta pembahasan teori dan gagasan global yang relevan dengan praktik seni rupa.

Baca juga: Navigasi Iman Pemkab Gorontalo Dipuji UAS: Ini Ivestasi Moral Bangsa

Program residensi akan ditutup dengan pameran pada 25 November–2 Desember 2025, di mana peserta seniman maupun kurator berkesempatan menampilkan karya atau mempresentasikan gagasannya di ruang-ruang yang relevan dengan proyek yang dikembangkan selama residensi.

Program ini ditujukan bagi seniman dan kurator di fase karier awal dengan rekam jejak kerja konsisten selama 1-3 tahun terakhir, khususnya mereka yang belum memiliki akses terhadap sumber pengetahuan tingkat lanjut atau eksposur yang memadai di tingkat nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siaran Pers

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

MTN Lab: Residensi Gorontalo, Ruang Temu-Eksplor Seniman dan Kurator di Indonesia Timur

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!