Selasa, 21 JULI 2026 • 17:08 WIB

Pemprov Gorontalo Terbitkan SE Siaga Kemarau 2026

Author

Pemprov Gorontalo terbitkan Surat Edaran Siaga Kemarau tahun 2026 (Humas Pemprov Gorontalo)

GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi mengambil langkah siaga untuk menghadapi puncak musim panas.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail baru saja mengeluarkan instruksi khusus terkait ancaman cuaca ekstrem ini.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 360/BPBD/1005/VII/2026. Regulasi penting ini telah ditetapkan secara sah pada tanggal 17 Juli 2026.

Baca juga: Seorang Kades di Gorontalo Ditahan Polisi Buntut Kasus Kekerasan Seksual

Surat ini ditujukan langsung kepada seluruh jajaran bupati dan wali kota di Gorontalo.

Fokus utamanya adalah mitigasi krisis air bersih, kekeringan panjang, hingga kebakaran lahan.

Langkah preventif ini merespons langsung prediksi iklim terbaru dari BMKG.

Baca juga: 5 Fakta Magis Spanyol di Piala Dunia 2026: Dari Kawin Gelar hingga Kutukan Cedera Lawan Kuat

Pihak BPBD Provinsi Gorontalo menegaskan aturan ini harus menjadi panduan wajib pemerintah daerah.

Mitigasi sejak awal sangat dibutuhkan untuk melindungi warga dari kelangkaan air.

"Surat edaran ini merupakan langkah antisipatif Pemerintah Provinsi Gorontalo agar seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan, krisis air bersih, maupun kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsigaan Provinsi BPBD Gorontalo, Syahbuddin Buata.

Baca juga: Jejak Kolonial di Gorontalo: Menguak Sejarah Benteng Oranye Kwandang

"Penanganan harus dilakukan sejak dini sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan,” ujarnya lagi.

Pemerintah di tingkat kabupaten dan kota kini diwajibkan segera memetakan wilayah rawan kekeringan.

Data pemetaan tersebut akan digunakan sebagai acuan utama pendistribusian bantuan saat krisis melanda.

Patroli keamanan di sekitar kawasan hutan yang mudah terbakar juga harus segera ditingkatkan.

Pemerintah juga dituntut mengedukasi warga agar sama sekali tidak membakar lahan sembarangan.

Seluruh infrastruktur perairan seperti waduk, embung, dan irigasi harus segera dioptimalkan fungsinya.

Ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat umum tidak boleh sampai terputus.

“Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan cadangan logistik dan bantuan air bersih sejak sekarang. Dengan persiapan yang matang, distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih,” katanya.

Sektor pertanian turut menjadi perhatian serius demi menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah.

Setiap daerah harus memiliki skema perlindungan lahan tani agar panen tidak gagal total.

Kampanye hemat air kini wajib digencarkan hingga ke tingkat rukun tetangga.

Setiap wilayah juga diperintahkan segera menghidupkan kembali Posko Siaga Darurat Bencana.

Posko ini berfungsi krusial sebagai pusat koordinasi cepat saat terjadi kondisi krisis.

Gubernur mewajibkan laporan berkala terkait situasi lapangan melalui BPBD Provinsi Gorontalo.

Marga diminta proaktif melapor ke aparat jika menemukan titik api sekecil apa pun.

"Dengan sinergi antara pemerintah daerah provinsi, kabupaten kota, dan masyarakat, kita berharap Gorontalo dapat melewati musim kemarau tahun ini dengan aman serta meminimalkan risiko bencana yang dapat merugikan masyarakat maupun lingkungan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemprov Gorontalo

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU