GORONTALO — Destinasi wisata hiu paus di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango mendadak jadi primadona bagi para peserta PENAS Petani dan Nelayan ke-XVII.
Daya tarik ikonik ini sukses memikat ratusan pelancong domestik yang tengah mengikuti rangkaian agenda nasional tersebut di Provinsi Gorontalo.
Catatan pengelola menunjukkan akumulasi kunjungan pelancong untuk melihat mamalia raksasa tersebut menembus angka 475 orang selama dua hari belakangan.
Baca juga: Omzet UMKM di Kabupaten Gorontalo Tiba-Tiba Melejit hingga Ratusan Juta, Ini Alasannya
Lonjakan arus pelancong paling masif terdeteksi terjadi pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, dengan jumlah kunjungan mencapai 400 orang dalam sehari.
Berkah Event Nasional Bagi Sektor Pariwisata Daerah
Pihak otoritas pariwisata setempat membenarkan adanya peningkatan grafik kunjungan yang sangat signifikan ini.
“Hari Jumat kemarin Pokdarwis melaporkan kunjungan baru sekitar 75 orang di dua pangkalan. Hari ini ada 400 pengunjung,” kata Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi kreatif, Pemuda dan Olahraga Romi Moge.
Baca juga: Bakal Buka PENAS XVII, Wapres Gibran Jumatan Bersama Warga di Masjid Nurul Falah Limboto
Menurut Romi, meroketnya angka kunjungan ini murni menjadi berkah instan dari pelaksanaan agenda akbar PENAS XVII.
Delegasi dari penjuru Nusantara sengaja meluangkan waktu demi merasakan sensasi berenang dekat dengan “Sherly” dan kawanannya.
“Hari ini kan, baru pembukaan PENAS, masih ada sekitar empat hari lagi. Kami berharap masih banyak lagi peserta yang berkunjung ke hiu paus,” imbuhnya.
Baca juga: Provinsi Gorontalo Peringkat Pertama Nasional Layanan Cek Kesehatan Gratis
Berdasarkan jadwal resmi kepanitiaan, tur wisata menuju habitat hiu paus ini akan dikonsentrasikan pada tanggal 21 hingga 23 Juni.
Hingga saat ini, sedikitnya 80 orang peserta sudah terdata dan dikonfirmasi siap melakukan kunjungan pada esok hari.
Keunggulan Aksesibilitas dan Tarif Terjangkau di Gorontalo
Destinasi Botubarani ini diklaim memiliki keunggulan kompetitif jika disandingkan dengan dua lokasi serupa di Teluk Cenderawasih Papua maupun Berau Kalimantan Timur.
Keunggulan utamanya terletak pada faktor geografis, yang hanya berjarak 15 menit berkendara dari pusat Kota Gorontalo.
Wisatawan juga tidak perlu melaut terlalu jauh karena satwa pemakan plankton ini kerap muncul hanya 50 meter dari bibir pantai.
Skema tarif yang ditawarkan oleh kelompok sadar wisata selaku pengelola juga dinilai sangat ramah di kantong.
Untuk menyewa perahu tradisional, para pelancong cukup merogoh kocek sebesar Rp100.000 per orang.
Sementara bagi yang ingin mengamati dari atas dek tanpa basah, tersedia fasilitas perahu kaca dengan tarif Rp450.000 per orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo