GORONTALO – Agenda kunjungan kerja Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, di Provinsi Gorontalo menyisakan momen emosional saat bertemu dengan keluarga besar KAHMI dan HMI Gorontalo.
Dalam acara halal bihalal yang digelar di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Rabu, 8 April 2026, eks aktivis ini melakukan kilas balik atas perjalanan panjang kariernya yang tidak selalu mulus.
Di hadapan para alumni dan kader, Viva Yoga yang merupakan eks Ketua HMI Denpasar periode 1992-1993 ini mengenang ambisinya di masa muda saat ingin memimpin organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Baca juga: Dapat Suntikan APBN Rp4,4 M, Kecamatan Ini Bakal Jadi Pusat Ekonomi Baru di Kabupaten Gorontalo
“Nyalon ketua PB HMI, dua kali nyalon dua kali kalah. Salah satu tim sukses saya mas Amir Arham (WR III UNG). Saya sudah cetak buku, ada dua buku saya cetak sebagai produk intelektualitas. Ternyata tidak berpengaruh signifikan,” kenang Yoga sembari.
Kekuatan Pengkaderan HMI
Meski sempat menelan pil pahit kekalahan sebanyak dua kali, kegigihannya akhirnya membuahkan hasil hingga ia dipercaya menjabat sebagai Ketua PB HMI periode 1995-1997.
Menurutnya, tempaan di organisasi inilah yang membentuk mentalitasnya hingga bisa menduduki kursi Wakil Menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Kutipan Inspiratif dan Rangkuman Isi Pemikiran Kartini yang Membuka Mata Dunia
“Hidup di HMI penuh dengan suasana pengkaderan baik formal maupun non formal. Saya bisa seperti ini karena pengkaderan di HMI," ujarnya.
"Kakanda Gusnar merintis dari PNS Dinas Pertanian hingga jadi gubernur juga dari HMI. Artinya proses kaderisasi menjadi bagian penting dalam pematangan diri,” sambungnya.
Momen Reuni dan Nostalgia Organisasi
Suasana acara semakin berwarna dengan hadirnya Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu.
Baca juga: 20 Ide Tema Hari Kartini 2026 yang Unik dan Bermakna
Bagi Thariq, pertemuan ini adalah reuni bersejarah. Ia mengenang masa ketika dirinya menjabat sebagai pengurus BADKO HMI dan dilantik langsung oleh Viva Yoga yang kala itu menjabat sebagai pucuk pimpinan di PB HMI.
“Alhamdulillah sekarang berjumpa lagi saya sebagai Bupati dan Kakanda Viva Yoga sebagai Wakil Menteri,” ujar Thariq.
Senada dengan hal itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail yang juga merupakan senior HMI (Eks Ketua HMI Cabang Manado 1983), berpesan agar spirit pantang menyerah khas aktivis terus dijaga oleh para kader.
“HMI adalah proses yang panjang, proses yang cuma dua paradigma positif dan negatif, kalah dan menang. Kekalahan jangan dipelihara terus, kalau diberi amanah dikerjakan dengan baik,” pesan Gusnar.
Tiga Titipan Strategis untuk Gorontalo
Dalam momen kekeluargaan tersebut, Gusnar Ismail juga menyelipkan pesan strategis bagi Viva Yoga untuk diperjuangkan di tingkat pusat.
Ada tiga aspirasi utama yang dititipkan:
- Perluasan Bandara Djalaluddin guna mendukung embarkasi haji.
- Percepatan alih status IAIN Sultan Amai menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
- Pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Centre sebagai ikon religi daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo