GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo mulai mematangkan persiapan Festival Pesona Tumbilotohe, sebuah perhelatan tahunan yang menjadi ikon budaya sekaligus religiusitas masyarakat Serambi Madinah.
Agenda besar ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, Selasa, 10 Februari 2026.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, festival tahun ini dirancang lebih inklusif dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat.
Baca juga: Pemkab dan Pemprov Gorontalo Integrasikan Manajemen SDM Lewat PKS
Pelajar tingkat SMP hingga seluruh jajaran instansi pemerintahan di lingkungan Pemkot Gorontalo akan turut serta dalam acara ini.
Lomba Koko’o: Tradisi Membangunkan Sahur
Salah satu daya tarik utama yang akan menyedot perhatian warga adalah Festival Koko’o (tradisi memukul bambu/kentongan).
Lomba ini akan dimulai dari seleksi ketat di tingkat kecamatan sebelum para juara bertarung di panggung utama tingkat kota.
Baca juga: Ekspedisi Medis Pinogu: Misi Layanan Spesialis di Tengah Hutan
"Setiap kecamatan diminta mengirim tiga grup dan melakukan seleksi di tingkat kecamatan," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Gorontalo, Irwansyah Taha.
Menurut Irwansyah, semarak kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga identitas daerah.
"Festival ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Gorontalo dalam mendukung visi misi daerah sebagai kota religius, khususnya menjelang bulan suci Ramadan," ujarnya.
Baca juga: Inspirasi Imlek: Jejak Sukses Tokoh Tionghoa di Gorontalo, dari Ciputra hingga Ignasius Jonan
"Festival ini juga bertujuan melestarikan budaya dan tradisi Tumbilotohe yang menjadi ciri khas Gorontalo," tambahnya.
Agenda Padat Sepanjang Ramadan
Tak hanya Koko'o, semarak Ramadan di Kota Gorontalo juga akan diisi dengan lomba lagu-lagu religi bagi siswa SMP dan ajang fashion show busana muslim yang diikuti oleh para pimpinan OPD.
Rangkaian lomba dijadwalkan mulai bergulir pada 2 Maret 2026 atau bertepatan dengan pertengahan bulan puasa.
Sementara itu, puncak tradisi Tumbilotohe (malam pasang lampu) direncanakan bakal dicanangkan pada malam ke-28 Ramadan, atau sekitar tanggal 16 atau 17 Maret 2026.
Persiapan matang ini dilakukan agar tradisi turun-temurun ini tetap lestari dan mampu menarik minat wisatawan.
Irwansyah menegaskan bahwa seluruh program ini merupakan mandat langsung dari kepala daerah.
"Seluruh kegiatan yang dilaksanakan merupakan instruksi pak wali kepada kami," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Gorontalo