GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo secara resmi merilis data inflasi sebagai penutup tahun 2025.
Hasilnya, angka inflasi tahunan (year-on-year) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,54 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di level 110,64.
Pencapaian ini dianggap sebagai sinyal positif karena masih berada dalam koridor target pemerintah pusat.
Baca juga: ASN Harus Jadi Pelopor Diet Plastik dan Cerdas Finansial di Gorontalo
Dalam Berita Resmi Statistik (BRS), Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Suparno, menjelaskan bahwa lonjakan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi faktor pendorong utama.
"Secara bulanan (m-to-m), inflasi Desember tercatat 0,99 persen. Selain pangan, sektor penyediaan makanan di restoran serta perawatan pribadi juga ikut memberikan andil pada kenaikan harga," jelas Suparno, Senin (5/1/2026).
Respons Pemerintah Daerah
Menanggapi laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Asisten II Setda, Romy Sharain, menyatakan bahwa stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah tekanan permintaan akhir tahun yang tinggi.
Baca juga: Begini Kondisi Terkini Balita di Gorontalo yang Disiksa Ayahnya Gegara Konflik Rumah Tangga
"Pemerintah daerah bersama TPID terus berjaga di lapangan untuk memastikan daya beli masyarakat tidak terganggu, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga pangan strategis," ujar Romy.
Menurut Romy, angka 2,54 persen tersebut merupakan bukti nyata dari koordinasi lintas sektor yang efektif dalam mengamankan rantai pasokan.
Ia menegaskan bahwa langkah antisipasi akan terus diperkuat, khususnya dalam memantau jalur distribusi hasil produksi lokal.
Romy juga mengimbau warga untuk tidak bersikap konsumtif secara berlebihan atau panik, mengingat ketersediaan stok pangan di wilayah Kabupaten Gorontalo dipastikan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo