GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1,2 triliun dari pemerintah pusat.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengonfirmasi bahwa dana yang disetujui langsung oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut diperuntukkan bagi program strategis hilirisasi industri ternak terintegrasi.
Kepastian ini disampaikan Gusnar usai melakukan pertemuan virtual dengan Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian di Ruang VIP Bandara Lama Gorontalo, Rabu, 31 Desember 2025.
Baca juga: Polisi Tetapkan 9 Tersangka Kasus Diksar Mapala UNG yang Tewaskan Mahasiswa Asal Muna
Anggaran triliunan rupiah tersebut rencananya akan direalisasikan untuk pembangunan total 336 unit infrastruktur industri ayam, yang mencakup rumah potong hewan, pabrik pakan ternak, hingga fasilitas produksi ayam broiler dan pullet.
Terkait lokasi pengembangan, dana tersebut akan didistribusikan dan dikelola oleh pemerintah kabupaten yang dinilai memenuhi syarat.
"Berdasarkan hasil survei tim Ditjen Peternakan, 4 kabupaten berpotensi menjadi lokasi yakni Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Bone Bolango, dan Boalemo," kata Gusnar.
Baca juga: 10 Provinsi Ini Punya Tingkat Kegemaran Membaca Tertinggi Tahun 2024, Ada Gorontalo?
Investasi masif ini merupakan buah dari upaya Gusnar Ismail selama hampir 10 bulan melakukan lobi dan kajian strategis di Jakarta.
Posisi Gorontalo sebagai lumbung jagung nasional menjadi nilai tawar utama dalam sektor agromaritim, sehingga dinilai tepat menjadi pusat industri pakan dan peternakan unggas.
“Kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah provinsi yang disertai dengan elaborasi kebijakan secara komprehensif adalah kunci kesejahteraan rakyat," ujar Gusnar.
Pencanangan program hilirisasi ayam terintegrasi ini dijadwalkan akan dimulai pada 7 Januari 2026 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo