GORONTALO – Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menutup tahun anggaran 2025 dengan catatan gemilang.
Lembaga di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini melaporkan sederet pencapaian strategis yang melampaui ekspektasi dalam pembinaan dan pelindungan bahasa.
Laporan akuntabilitas tersebut disampaikan secara terbuka dalam Taklimat Media Capaian Kinerja di Aula Dulohupa, Senin, 29 Desember 2025.
Baca juga: Sah! Provinsi Gorontalo Kini Punya Perda Kepemudaan
Forum ini menjadi bukti transparansi institusi kepada publik terkait pelaksanaan program kerja selama satu tahun terakhir.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Arie Andrasyah Isa, menegaskan bahwa kinerja tahun ini menunjukkan tren positif di segala lini layanan.
“Bahkan beberapa capaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan,” ungkap Arie.
Baca juga: Ribuan Botol Miras Berbagai Merek di Kota Gorontalo Dimusnahkan, Ini Rinciannya
Dominasi Layanan UKBI dan Literasi
Koordinator Tata Usaha, Zuhriati A. Tahaku, memaparkan data konkret keberhasilan 12 indikator kinerja kegiatan.
Salah satu sorotan utama adalah antusiasme masyarakat terhadap Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka.
Tercatat sebanyak 1.297 penutur bahasa telah mengikuti tes ini sepanjang 2025, yang turut menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp13,5 juta.
Baca juga: 19.754 Botol Miras Hasil Razia di Kota Gorontalo Dimusnahkan
Di sektor pendidikan, program literasi generasi muda berhasil membina 600 siswa.
Program ini mencakup bimbingan teknis cerdas mengulas buku untuk SD, membaca cepat untuk SMP, hingga membaca kritis bagi siswa SMA/SMK.
Selain itu, kompetensi 275 penutur bahasa, yang terdiri dari 220 guru dan 55 tenaga profesional (jurnalis, penyiar, hingga penulis), juga sukses ditingkatkan melalui berbagai pelatihan intensif.
Baca juga: Sejarah Baru! RSUD Toto Kabila Sukses Operasi Bedah Anus Perdana
Digitalisasi Kamus dan Pelestarian Bahasa Ibu
Tahun 2025 juga menjadi tahun produktif bagi produk kebahasaan.
Kantor Bahasa memvalidasi tiga produk penting yakni senarai 524 kosakata bahasa Gorontalo untuk KBBI VI, Kamus Bergambar Gorontalo–Indonesia berbasis aplikasi dengan 1.400 lema, serta Kamus Pelajar yang memuat lebih dari 3.000 lema.
Tak berhenti di situ, sebanyak 64 cerita anak dwibahasa (Gorontalo–Indonesia) berhasil diterbitkan sebagai bahan bacaan jenjang semenjana.
Dalam upaya pelindungan bahasa daerah, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sukses digelar dengan melibatkan 112 peserta dari kabupaten/kota.
Program revitalisasi bahasa ini juga didukung oleh 200 pengajar utama bahasa Gorontalo dan 23 pengajar bahasa Suwawa.
Kinerja Anggaran Memuaskan
Secara manajerial, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menunjukkan tata kelola yang sangat sehat.
Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) 2025 meraih predikat A dengan skor 88,5, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Realisasi anggaran pun tercatat sangat tinggi, yakni mencapai 98,22 persen dari total pagu Rp8,54 miliar.
Capaian ini menegaskan komitmen Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo dalam memberikan layanan prima serta menjaga marwah bahasa dan sastra di Serambi Madinah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis