GORONTALO – Menjelang puncak perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Gorontalo bergerak cepat merapatkan barisan demi menjamin kondusivitas wilayah.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda di Rumah Dinas Wali Kota, Senin, 22 Desember 2025 kemaein.
Dalam pertemuan strategis tersebut, Adhan menekankan pentingnya deteksi dini terhadap lonjakan aktivitas warga yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
Baca juga: Kemnaker Rilis Standar Hidup Layak Terbaru, KHL Gorontalo Tembus Rp3,39 Juta
Sorotan utama tertuju pada peredaran minuman keras (miras), arak-arakan kendaraan, hingga simpul-simpul kemacetan yang kerap mewarnai malam pergantian tahun.
“Semua potensi gangguan, termasuk miras, dan kemacetan, perlu kita antisipasi bersama,” tegas Adhan.
Sebagai wujud komitmen memberantas penyakit masyarakat, Pemkot Gorontalo menjadwalkan agenda pemusnahan barang bukti minuman keras pada 29 Desember 2025, tepat sebelum malam tahun baru tiba.
Baca juga: 5 Ide Kado Tahun Baru Spesial untuk Pacar dan Sahabat, Bikin Momen Makin Berkesan
Fokus Pengamanan Rumah Ibadah
Selain ketertiban umum, kenyamanan umat Nasrani dalam beribadah menjadi prioritas.
Berdasarkan pemetaan pihak kepolisian, pengamanan ketat akan diberlakukan di 21 gereja dan lokasi perayaan Natal di seluruh penjuru kota.
Rangkaian ibadah yang mendapat atensi khusus antara lain perayaan Oikumene pada 10 Desember dengan estimasi 600 jemaat, serta perayaan umat Katolik yang diprediksi dihadiri 800 jemaat hingga 20 Januari 2026.
Baca juga: 7 Arti Tatapan Mata: Membaca Perasaan Tanpa Kata
“Ibadah harus berjalan aman dan nyaman. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” instruksi Wali Kota kepada seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi TNI-Polri
Kesiapan di lapangan turut diperkuat oleh aparat keamanan. Kapolresta Gorontalo Kota memaparkan rencana pendirian lima pos pengamanan strategis.
Polisi juga telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas yang akan disosialisasikan via media sosial jika terjadi penumpukan kendaraan.
Dukungan serupa datang dari Dandim 1304/Gorontalo. Pihak TNI siap menerjunkan personelnya untuk mem-back up pengamanan di lima titik krusial, dengan menempatkan empat hingga lima prajurit di setiap pos.
Soliditas lintas sektor ini juga mendapat dukungan penuh dari Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta DPRD Kota Gorontalo, yang sepakat satu suara untuk memastikan Nataru di Kota Gorontalo berjalan aman dan damai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Gorontalo