Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 08:47 WIB

Kebakaran di Kota Gorontalo: Ketegaran 51 Jiwa, Doa Pasangan Tunarungu, dan Keajaiban Brankas

Author

Petugas pemadam kebakaran menemuukan brankas berisi uang Rp50 juta milik korban kebakaran di Jalan Madura Kota Gorontalo (HO/Husnul Puhi)

GORONTALO – Siang bolong di penghujung tahun, seketika berubah menjadi tragedi kebakaran di permukiman padat Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kota Gorontalo, Selasa, 16 Desember 2025. 

Kobaran api yang cepat melahap dua rumah hingga ludes tidak hanya menyisakan puing, tetapi juga menguji ketegaran 51 jiwa yang kehilangan tempat tinggal. 

Di tengah kengerian itu, cerita tentang kepasrahan, ketidakberdayaan, dan keajaiban kecil hadir silih berganti.

Baca juga: Waspada Hujan Sedang! Prospek Cuaca Gorontalo Jelang Nataru 19-22 Desember

Camat Kota Tengah, Sutami Suratinoyo, yang langsung berada di lokasi, membenarkan bahwa peristiwa yang bermula sekitar pukul 13.00 Wita itu berdampak pada 16 Kepala Keluarga.

"Awalnya kami menerima laporan ada dua rumah yang terbakar. Karena jaraknya berdekatan, api kemudian merambat ke beberapa rumah di sekitarnya," kata Sutami.

Data yang dihimpun menunjukkan kerentanan para korban: terdapat dua lansia (salah satunya penderita stroke), sepasang suami istri penyandang disabilitas, serta empat balita. 

Baca juga: Dituding Sebar Kebohongan Soal Psikologi Mahasiswa, Rektor UMGO Resmi Dipolisikan

Sebagian besar kini mengungsi ke rumah tetangga atau ditampung di lokasi sementara yang disiapkan pemerintah.

Kehilangan di Balik Sunyi Pasangan Tunarungu

Kisah paling menyentuh datang dari Ferlan Ibrahim dan Rahayu Liando, pasangan suami istri penyandang tunarungu yang nyaris menjadi korban. 

Mereka berada di kamar lantai dua, menyuapi dua balita mereka, tepat saat api mulai mengamuk di luar.

Baca juga: Peta Bantuan Bencana Sumatera: Gorontalo Absen di List Dana, Tapi Hadir di Garis Depan Evakuasi Korban

Karena keterbatasan pendengaran, teriakan panik warga di luar sama sekali tidak mereka sadari. Warga akhirnya mendobrak pintu kamar dan mendapati pasangan itu masih di dalam.

Melalui penerjemah bahasa isyarat, Yusril Limbanadi, pasangan itu menyampaikan momen mencekam.

“Begitu pintu dibuka, asap hitam sudah masuk ke kamar mereka, dan api terlihat membesar dari samping rumah.”

Mereka berhasil diselamatkan bersama kedua anaknya. Mereka memang kehilangan seluruh harta benda: ijazah, uang, elektronik, pakaian, semuanya ludes. Namun, di tengah puing, ada rasa syukur yang tak terhingga. 

"Tidak ada korban jiwa, kami selamat, anak-anak juga selamat, tapi barang berharga habis terbakar," kata Rahayu.

Mukjizat di Tengah Bara Api

Di tengah puing dan keputusasaan, aksi heroik personel Pemadam Kebakaran Gorontalo menjadi secercah harapan. 

Mereka berhasil menemukan dan menyelamatkan sebuah brankas berisi uang tunai dan perhiasan milik Fandi Liando.

Fandi mengaku, saat api membesar, pikirannya hanya terpusat pada keselamatan mobil kerabatnya. 

Saat kejadian itu, saya sudah tidak ingat lagi soal uang dan emas di dalam brankas," kata Fandi.

Ia baru sadar hartanya selamat ketika seorang petugas Damkar mengembalikan brankas tersebut. 

Di dalamnya tersimpan uang tunai sekitar Rp50 juta, kalung emas, dan dokumen penting. Meskipun sebagian uang tampak hangus terbakar, Fandi bersyukur atas ketelitian petugas. 

"Saya berharap BI Gorontalo bisa membantu menukarkan uang yang hangus terbakar. Ini bukan karena kesengajaan, tapi murni akibat kebakaran," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU