Peta Bantuan Bencana Sumatera: Gorontalo Absen di List Dana, Tapi Hadir di Garis Depan Evakuasi Korban
GORONTALO – Gelombang solidaritas untuk korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera terus mengalir deras dari berbagai penjuru tanah air.
Tragedi yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Aceh dan Sumatera Utara ini memantik empati nasional, pemerintah daerah berlomba-lomba mengirimkan bantuan logistik maupun dana pemulihan.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri per awal Desember 2025, tercatat ada deretan provinsi yang memberikan kontribusi nominal dan logistik terbesar.
Baca juga: Siaga Nataru, Gorontalo Fokus Mitigasi Cuaca dan Layanan Publik
Jawa Timur memimpin barisan dengan total bantuan mencapai Rp10,5 miliar serta puluhan ton logistik.
Diikuti oleh Kalimantan Timur (Rp7,5 miliar) dan Jawa Barat (Rp7 miliar) yang juga menggelontorkan dana signifikan untuk meringankan beban saudara sebangsa di Sumatera.
Daftar tersebut juga mencatat partisipasi aktif dari provinsi Banten, Riau, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, hingga Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Gorontalo 8–11 Desember 2025: Antisipasi Hujan Intensitas Sedang
Lantas, di mana posisi Provinsi Gorontalo dalam peta kemanusiaan ini?
Peran Gorontalo: Bukan Sekadar Angka, Tapi Nyawa
Meskipun secara nominal dana bantuan Gorontalo mungkin tidak masuk dalam jajaran Top 10 data statistik nasional tersebut, kontribusi daerah ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pemerintah Provinsi Gorontalo mengambil pendekatan berbeda yang sangat krusial dengan mengirimkan sumber daya manusia terbaiknya langsung ke jantung bencana.
Baca juga: 25 Tahun Provinsi Gorontalo dalam Angka-angka
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, menegaskan bahwa kepedulian masyarakat Gorontalo sangat tinggi.
Selain penggalangan dana yang dilakukan secara swadaya oleh berbagai komunitas dan organisasi lokal, pemerintah provinsi mengirimkan unit elit untuk operasi penyelamatan.
"Kita mengirimkan Tagana (Taruna Siaga Bencana) yang terbaik. Mereka dikirim lewat Kemensos. Ada 10 orang pilihan untuk membantu proses evakuasi korban ke sana," ungkap Idah Syahidah saat dikonfirmasi, Selasa, 9 Desember 2025 kemarin.
Pengiriman personel ini merupakan bantuan strategis yang tak ternilai harganya. Di saat daerah lain berfokus pada logistik dan dana, Gorontalo memastikan ada tenaga terlatih yang siap bertaruh nyawa membantu proses evakuasi dan pemulihan di lapangan.
Sinergi antara bantuan materiil dari provinsi besar dan bantuan tenaga ahli dari daerah seperti Gorontalo inilah yang menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemendagri, Wawancara