Adhan Dambea Minta Maaf dan Ungkap Akar Masalah Penikaman di Pasar Sentral Kota Gorontalo: Dendam Pilkada
GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, bergerak cepat merespons kegaduhan yang terjadi di pusat kuliner Pasar Sentral Kota Gorontalo.
Pasca-insiden pembacokan yang sempat membuat pengunjung panik pada Sabtu malam lalu, orang nomor satu di Kota Gorontalo ini turun langsung ke lokasi untuk menenangkan situasi.
Dalam kunjungannya pada Minggu malam, 7 Desember 2025, Adhan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan keamanan yang terjadi.
Baca juga: Pasar Sentral Kota Gorontalo Tetap Aman Jadi Tempat Nongkrong Usai Insiden Malam Minggu
Ia menjamin bahwa kawasan tersebut tetap aman dan aktivitas ekonomi, khususnya UMKM, harus tetap berjalan normal.
Bukan Kriminalitas Acak
Adhan meluruskan simpang siur isu yang beredar. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini bukanlah teror terhadap pengunjung pasar, melainkan konflik personal yang sudah mengakar lama.
Pemicunya ternyata adalah sisa-sisa perselisihan politik sejak setahun silam yang diperparah oleh jejak digital.
Baca juga: Dendam Kesumat Picu Insiden Penikaman di Pasar Sentral Kota Gorontalo
"Masalah ini sudah lama, sekitar satu tahun lalu saat Pilkada. Korban pernah menyebut pelaku dalam postingan media sosial dengan nama hewan," ujar Adhan.
"Dia juga sempat menyebut saya punya utang. Itu yang jadi sumber masalah," sambung Adhan.
Menurutnya, pertemuan kedua belah pihak di pusat keramaian itu tidak direncanakan, tapi berakhir fatal karena emosi yang tak terbendung.
"Kebetulan mereka bertemu di Sentral. Pelaku menegur, korban menjawab, lalu terjadi penyerangan," jelas Adhan menggambarkan kronologi singkat.
Ganti Rugi untuk Pedagang
Selain aspek keamanan, Adhan juga menaruh perhatian khusus pada nasib pedagang yang merugi karena ditinggal lari pembeli saat kericuhan pecah.
Ia mengapresiasi inisiatif pihak Papip Celebes yang bersedia menanggung kerugian para pelaku UMKM.
Kendati demikian, Adhan memberikan peringatan keras agar proses klaim kerugian dilakukan dengan jujur dan transparan.
"Jangan ditambah-tambah. Kalau menambah itu dosa. Pesanan yang belum dibayar harus disertai nota. Bantuan sebaiknya dalam bentuk barang, bukan uang," tegas Adhan mewanti-wanti para pedagang.
Menutup keterangannya, Wali Kota berharap kejadian serupa tidak lagi mengotori citra pariwisata kuliner di Gorontalo.
"Insyaallah, peristiwa seperti ini tidak terulang lagi," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Gorontalo