Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 13:42 WIB

9.151 Anak di Kabupaten Gorontalo Tidak Sekolah, Paling Banyak di Kecamatan Tibawa

Author

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi wajibkan ASN berbahasa Gorontalo setiap Jumat (Indozone Gorontalo)

GORONTALO – Sebuah fakta memprihatinkan mencuat di sektor pendidikan Kabupaten Gorontalo

Ribuan anak di daerah ini terdata tidak mengenyam bangku pendidikan. Berdasarkan data terbaru, total Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) menembus angka 9.151 jiwa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Safwan Tahir Bano, merincikan angka tersebut dalam forum resmi di Aula dinas setempat, Selasa, 25 November 2025. 

Baca juga: Parkir Berlangganan di Kota Gorontalo Mulai Disosialisasikan: Bayar Rp100 Ribu, Bebas Parkir Setahun

Ia memaparkan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 8.870 data ATS murni ditambah 281 data residu.

Merespons data tersebut, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, yang hadir membuka acara Sosialisasi Penanganan ATS, langsung membunyikan alarm peringatan bagi seluruh jajarannya. 

Ia tidak ingin penanganan masalah ini hanya bertumpu pada satu instansi saja.

Baca juga: Pengendara yang Terjaring Operasi Zebra Otanaha di Kota Gorontalo Langsung Sidang di Tempat

“Semua OPD bertanggung jawab sesuai fungsinya. Begitu juga pihak desa," kata Sofyan.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah akan segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukum penanganan ATS. 

Sofyan menginstruksikan pendekatan persuasif yang solutif yakni mereka yang masih usia sekolah wajib kembali ke kelas, sementara yang sudah melewati usia akan dialihkan ke jalur non-formal.

Baca juga: 800 Pengendara Lolos Tilang di Operasi Zebra Otanaha 2025, Polisi Cuma Beri Teguran

“Jika masih usia sekolah, kita coba untuk sekolahkan. Yang sudah usia lanjut, kita coba masukan ke PKBM,” jelas Sofyan.

Tibawa Tertinggi, Bilato Terendah

Dalam pemaparannya, Safwan Bano juga membedah peta sebaran ATS yang cukup timpang antarwilayah.

Kecamatan Tibawa menduduki peringkat pertama dengan jumlah terbanyak yakni 1.163 anak, disusul Limboto dengan 834 anak, dan Telaga Biru sebanyak 658 anak.

Kontras dengan kondisi tersebut, Kecamatan Bilato justru menorehkan prestasi positif. 

Tiga desa di sana, yakni Juriah, Musyawarah, dan Lamahahu, tercatat nol persen ATS berdasarkan dasbor Kemendikdasmen RI.

“Kami berharap minimal angka ini turun, kalau perlu nol anak putus sekolah dalam lima tahun ke depan,” pungkas Sofyan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Gorontalo

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU