Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 13:59 WIB

Viral di Medsos Anggota DPRD Gorontalo Utara Diduga Cibir Massa Aksi, Begini Klarifikasinya

Author

Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Dheninda Chaerunnisa klarifikasi usai disebut cibir pendemo (HO/Husnul Puhi)

GORONTALO - Anggota DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan ekspresinya saat aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Gorontalo Utara, Senin, 13 September 2025 kemarin.

Dalam video tersebut, Dheninda tampak memiringkan bibirnya ketika orasi berlangsung.

Gaya wajah itu kemudian ditafsirkan oleh banyak warganet sebagai bentuk cibiran terhadap massa aksi. 

Baca juga: Tren Permohonan Dispensasi Nikah di Kabupaten Gorontalo Tahun Ini Diprediksi Turun

Kritik pun bermunculan, bahkan sebagian menyebut sikap tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik.

Klarifikasi

Dalam klarifikasinya, Dheninda mengungkapkan bahwa persoalan ini bermula dari pernyataannya di media terkait praktik calo dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ia menceritakan bahwa sebelum viral, seorang warga datang menemuinya untuk meminjam uang Rp5 juta dengan alasan membayar biaya seleksi PPPK.

Baca juga: Fakta-Fakta Penangkapan Karimu: Pelarian Panjang Residivis Kambuhan Berakhir di Sungai Bone

Saat itu, Dheninda menegaskan bahwa seleksi PPPK tidak dipungut biaya dan permintaan uang seperti itu merupakan praktik calo yang harus dihindari. 

Ia juga sempat membuat imbauan kepada warga untuk menghindari praktik calo PPPK.

Namun, pernyataannya tersebut kemudian dipelintir oleh sejumlah pihak hingga memicu aksi demonstrasi.

Baca juga: Dana Transfer ke Daerah Berkurang, TPP ASN Kabupaten Gorontalo Tetap Aman Tahun Depan

“Pernyataan saya dipelintir seakan saya bilang bahwa calo itu adala aktivis. Ini fitnah. Tidak ada saya bilang aktivis,” kata Dheninda, Selasa, 14 Oktober 2025.

Ekspresi yang Disalahartikan

Aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Gorontalo Utara menuntut pimpinan dewan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pernyataan Dheninda yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III.

Saat unjuk rasa berlangsung, Dheninda tampak berdiri di area gedung DPRD. 

Ia mengaku sempat melihat dua orang karyawannya yang ikut hadir di antara massa pendukungnya. 

Gerakan bibir yang terekam kamera dan viral itu, kata Dheninda, sebenarnya merupakan isyarat komunikasi kepada karyawannya, bukan kepada pendemo.

“Di belakang mobil orator ada karyawan saya dua orang. Mereka kasih kode memberitahu kalau mereka hadir juga dukung saya. Setelah itu, saya keluarkan ekspresi itu seakan-akan bilang ‘tenang, aku hadapi ini’. Sebenarnya seperti itu,” jelasnya.

Sampaikan Permintaan Maaf

Meski telah memberikan klarifikasi mengenai kejadian sebenarnya, Dheninda tetap menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kesalahpahaman yang terjadi. 

Ia menilai, insiden ini menjadi pengalaman penting dalam proses pendewasaan dirinya sebagai pejabat publik.

“Buat apa saya mencibir, toh saya berdiri kemarin di tengah pendemo untuk rakyat kok? Jadi sebenarnya seperti itu, tapi malah dipelintir,” ujarnya.

"Tapi kalau memang saya dianggap mencibir, dengan segala kerendahan hati saya minta maaf," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU