GORONTALO – Perum Bulog Cabang Gorontalo menegaskan stok beras di daerah masih terjaga hingga akhir tahun 2025.
Hal ini sejalan dengan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang hingga awal Oktober sudah mencapai 1.500 ton.
Pimpinan Cabang Bulog Gorontalo, La Ode Suleman Ngkalusa, menyebutkan cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini berjumlah 3.000 ton.
Baca juga: Adhan ke ASN Kota Gorontalo: Kinerja Kurang, TPP Kurangi 50 Persen
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat di tengah gejolak harga pangan.
“Stok beras di gudang Bulog itu masih cukup, yang mencapai 3.000 ton,” kata La Ode, Selasa, 30 September 2025.
Ia menjelaskan, pendistribusian beras SPHP di Gorontalo mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga pedagang pasar.
Baca juga: Proyek Kampung Nelayan Kota Gorontalo Dapat Dukungan Masyarakat: Tidak Ada Alasan Menolak
Dari total penyaluran yang sudah berjalan, TNI tercatat menyalurkan 500 ton, Polri 300 ton, dan Dinas Pangan sekitar 240 ton.
“Untuk pendistribusian melalui TNI mencapai 500 ton, dan untuk Polri mencapai 300 ton, sementara dari Dinas Pangan kurang lebih 240 ton,” jelas La Ode.
Lebih lanjut, La Ode menyampaikan bahwa program penyaluran beras SPHP akan berlangsung hingga Desember 2025.
Selain itu, Bulog Gorontalo juga sedang menyiapkan bantuan pangan tahap II yang akan digulirkan pada November mendatang bersamaan dengan minyak goreng, sesuai instruksi pemerintah pusat.
“Penyaluran bantuan pangan tahap II ini sudah ada instruksinya dari pemerintah pusat, dan ini sepaket juga dengan minyak goreng,” ujarnya.
Bulog menegaskan, selain menjamin ketersediaan pasokan, pihaknya juga memperketat pengawasan di lapangan.
Hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan maupun penyimpangan distribusi.
“Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi lancar dan tepat sasaran. Jangan sampai ada yang menimbun atau memainkan harga,” tegas La Ode.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan