GORONTALO – Tragedi menimpa seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (UNG), berinisial MJ atau Jeksen.
Ia meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan pengkaderan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) pada akhir pekan.
Kakak korban, Hikayat, mengungkapkan adiknya sempat meminta izin untuk dibawa ke rumah sakit karena tidak kuat melanjutkan kegiatan pada Minggu malam, 21 September 2025.
Baca juga: Wahyudin Moridu Jadi Kader PDIP Gorontalo Pertama yang di-PAW dan Dipecat
Namun, menurutnya permintaan itu tidak mendapat persetujuan panitia.
"Adik saya sudah bilang tidak sanggup, dia minta dibawa ke rumah sakit, tapi dari pihak panitia sepertinya tidak mengizinkan," ujarnya Senin, 22 September 2025.
Karena tak diindahkan panitia, sejumlah teman satu paguyuban akhirnya membawa Jeksen ke RS Aloei Saboe, Kota Gorontalo.
Setiba di rumah sakit, ia mengeluhkan sakit di bagian leher yang tampak bengkak.
Baca juga: PDIP Soal Skandal Wahyudin Moridu: Mau Mabuk atau Tidak Mabuk Tidak Bisa Ditolerir
"Lehernya bengkak, kami curiga ada pukulan dari salah satu panitia Mapala," tutur Hikayat.
Meski sempat mendapat perawatan intensif, nyawa korban tidak tertolong. Jeksen dinyatakan meninggal pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WITA.
"Kami sudah berada di rumah sakit sejak pagi untuk mengurus jenazahnya," tambah Hikayat.
Keluarga menuntut pihak kampus dan aparat penegak hukum turun tangan mengusut penyebab kematian ini.
Mereka berharap kasus serupa tidak lagi terjadi dalam kegiatan pengkaderan mahasiswa.
Hingga berita ini dirilis, pihak UNG maupun pengurus Mapala belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan