Wahyudin Moridu jadi kader PDIP Gorontalo pertama yang di-PAW sekaligus dipecat (Istimewa)
GORONTALO – PDIP secara resmi memecat Wahyudin Moridu sebagai kader partai. Ia dipecat lantara penyataan kontroversialnya yang ingin merampok uang negara.
Pernyataannya itu viral setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya dengan seorang perempuan bocor ke media sosial.
Dalam video itu, Wahyudin secara blak-blakan bilang mau merampok uang negara agar negara ini miskin. Pernyataan ini sontak mendapat kecaman publik.
Baca juga: PDIP Soal Skandal Wahyudin Moridu: Mau Mabuk atau Tidak Mabuk Tidak Bisa Ditolerir
Setelah videonya viral Wahyudin langsung diperiksa Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo pada Jumat malam, 19 September 2025.
Besoknya, Sabtu, 20 September 2025, DPP PDIP langsung memecat Wahyudin dari keanggotaan partai. Secara otomatis status keanggotaannya di DPRD Provinsi Gorontalo juga diberhentikan.
"Status keanggotaannya di partai dicabut sehingga otomatis penugasan yang bersangkutan di lembaga-lembaga publik, termasuk di DPRD juga diberhentikan," kata Sekretaris DPD PDIP Gorontalo, La Ode Haimudin, Minggu, 21 September 2025 kemarin.
Baca juga: PDIP Janji Berbenah Usai Skandal Wahyudin Moridu
La Ode menegaskan bahwa kasus Wahyudin Moridu merupakan peristiwa pertama kali yang berujung pada Pergantian Antar Waktu (PAW) sekaligus pemecatan kader PDIP di Gorontalo.
“Ini kasus pertama kali PAW-pemecatan,” ujar La Ode.
La Ode menjelaskan, keputusan tegas itu diambil untuk menjaga nama baik dan marwah partai. Menurutnya, setiap kader harus menjaga citra partai di mata masyarakat.
Baca juga: Pihak Bandara Djalaludin Ungkap Kondisi Wahyudin Moridu saat Terbang ke Makassar
Terkait dampak kasus ini terhadap elektabilitas PDIP menjelang Pemilu 2029, La Ode menegaskan bahwa hal itu sepenuhnya ia serahkan kepada rakyat.
“Yang dilakukan oleh kader partai adalah menjaga marwah citra partai. Tentang output dari semua yang kami lakukan itu semua kami serahkan kepada rakyat,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan