GORONTALO - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDIP, Wahyudin Moridu dipecat partainya.
Pemecatan Wahyudin Moridu disampaikan langsung Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun.
Sikap Wahyudin Moridu dinilai melecehkan warwah partai dan menghianati kepercayaan rakyat.
Baca juga: PDIP Pecat Wahyudin Moridu Usai Bikin Gaduh Gorontalo
Surat pemecatan Wahyudin telah diserahkan de DPD PDIP Gorontalo untuk ditindaklanjuti.
PDIP juga tengah mempersiapkan pengganti antar waktu (PAW) yang akan menggantikan Wahyudin Moridu di DPRD Provinsi Gorontalo.
"Komite etik dan disiplin telah merekomendasikan kepada DPP, dan hari ini DPP mengeluarkan surat pemecatan,” jelasnya.
Baca juga: Nasib Wahyudin Moridu di DPRD Gorontalo Akan Diputuskan Pekan Depan, Bakal Dipecat?
Belum 2031 Sudah Dipecat
Wahyudin Moridu belakang menjadi pusat sorotan publik Gorontalo bahkan nasional. Bukan karena prestasi positif, tapi karena sikap kontroversialnya.
Baru-baru ini muncul di media sosial video Wahyudin Moridu bersama seorang wanita yang diduga selingkuhannya.
Mereka terlihat mengendarai mobil menuju bandara dengan semringah.
Baca juga: Kata BK DPRD Soal Wahyudin Moridu: Hugel Itu Biasa, tapi Rampok Uang Negara Itu Sangat Berat
Dalam video itu, Wahyudin dengan sesumbar bilang kalau dia dan wanita simpanannya itu akan terbang menuju Makassar menggunakan uang negara.
Itu belum seberapa. Sambil tertawa Wahyudin bilang akan merampok uang negara agar negara ini jatuh miskin.
"Kita rampok aja uang negara ini, kita habiskan saja, biar negara ini makin miskin," kata Wahyudin dalam video berdurasi pendek itu.
Ulah Wahyudin tak sampai di situ. Ia kembali melontarkan pernyataan kontroversial seakan-akan hanya dia anggota DPRD yang bisa membawa selingkuhan ke luar daerah menggunakan uang negara.
“Siapa ji? Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, nanti 2031 mo berenti uti, masih lama,” lanjutnya.
Baca juga: BK: Wanita Bersama Wahyudin Moridu Minta Dinikahi Sebelum Video Rampok Uang Negara Viral
Setelah viral dan menuai kecaman publik, Wahyudin Moridu akhirnya minta maaf dan mengaku salah. Ia juga lanung diperiksa Badan Kehormatan DPRD pada Jumat malam, 19 September 2025.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, video itu ternyata direkam pada bulan Juni 2025 lalu. Wahyudin mengaku saat sedang perjalanan dinas ke Makassar.
Namun, Badan Kehormatan tak percaya begitu saja. Mereka masih akan mengecek kebenarannya ke Komisi 1 maupun ke Ketua DPRD.
"Peristiwa itu terjadi pada bulan Juni 2025 sesuai hasil klarifikasi kami dan kami masih akan mengecek yang bersangkutan apakah benar-benar menjalankan tugas ke Makassar atau tidak," kata Ketua BK DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan