Sabtu, 20 SEPTEMBER 2025 • 09:16 WIB

Kata BK DPRD Soal Wahyudin Moridu: Hugel Itu Biasa, tapi Rampok Uang Negara Itu Sangat Berat

Author

BK DPRD Provinsi Gorontalo akan usut tuntas kasus Wahyudin Moridu (Indozone Gorontalo)

GORONTALO - Kata-kata Wahyudin Moridu yang ingin merampok uang negara mendapat perhatian khusus dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo.

Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDIP baru saja diperiksa oleh Badan Kehormatan.

Pemeriksaan yang dijadwalkan Senin depan dipercepat pada tadi malam, Jumat, 19 September 2025.

Baca jga: BK: Wanita Bersama Wahyudin Moridu Minta Dinikahi Sebelum Video Rampok Uang Negara Viral

Beberapa fakta baru terungkap setelah BK memeriksa Wahyudin Moridu. 

Kepada BK, Wahyudin mengaku tidak sadar mengucapkan pernyataan kontroversial ingin merampok uang negara. 

Ia juga mengaku tidak sadar bahwa sedang direkam.

Baca juga: Bilang Mau Rampok Uang Negara, Wahyudin Moridu Ternyata Dalam Kondisi Mabuk

Yang paling mengejutkan ternyata Wahyudin Moridu dalam kondisi mabuk saat video itu direkam. 

"Penyampaiannya dia tidak sadari semua yang disampaikan dan dia dalam kondisi mabuk," kata Ketua BK DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama.

Hugel Biasa, Kata-Kata Rampok Uang Negara Berat

Wahyudin Moridu sendiri viral gara-gara video pernyataan kontroversialnya yang ingin merampok uang negara.

Dalam video tersebut Wahyudin dengan santainya bilang mau merampok uang negara agar negara ini miskin.

Hal mencolok lainnya dari video itu ialah Wahyudin diduga sedang bersama selingkuhannya hendak ke Makassar dalam rangka pejalanan dinas.

Baca juga: 111 Kasus Pernikahan Anak Terjadi di Kabupaten Gorontalo Tahun Ini, Potensi Bertambah

Namun, Fikram tidak ingin memfokuskan penyelesaian masalah ini ke isu persilelingkuhan Wahyudin.

Dirinya bilang masalah ini berat lantaran ada kalimat merampok uang negara agar negara jatuh miskin keluar dari mulut Wahyudin.

Masalah ini tidak akan seheboh sekarang andai Wahyudin tidak melontarkan kalimat kontroversial itu. 

"Untuk sementara [masalah] ini memang berat karena ada kalimat-kalimat itu. Kalau cuma soal perhugelan [perselingkuhan] itu hal biasa, tapi kalimat-kalimat [rampok uang negara] yang dikeluarkan terduga sangat berat," ujar Fikram. 

Fikram menambahkan akan mengawal masalah hingga tuntas. BK berencana akan menggelar sidang berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan.

"Percayakan pada BK, kita tetap ada sikap yang kemungkinan keputusan kita berat sekali," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU