Sabtu, 30 AGUSTUS 2025 • 18:35 WIB

Jangan Anggap Remeh, Campak 18 Kali Lebih Cepat Menular dari Covid-19

Author

Campak 18 kali lipat lebih cepat menular dari Covid-19 (Istimewa)

GORONTALODinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo terus mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan penyakit campak.

Subkoordinator Surveilans dan Imunisasi, Rany Aneta, menegaskan bahwa campak termasuk penyakit menular yang bisa dicegah lewat imunisasi.

“Penyakit ini dicegah lewat imunisasi. Jadi kalau ada peningkatan status suspek, kita turun lagi screening bayi yang belum mendapat imunisasi kemudian kita kejar imunisasinya biar kekebalannya terbentuk karena ini menular,” jelas Rany.

Baca juga: 3 Daerah di Gorontalo Berstatus KLB Campak, Dikes Kabupaten Gorontalo Gencar Sweeping Imunisasi

Selain cepat menular, penyakit ini bisa disertai komplikasi. Namun, ia mengakui kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2025 terdapat 102 kasus suspek campak, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Kecamatan Limboto.

“Yang dikhawatirkan komplikasinya. Anak yang kurang gizi, kekebalannya di bawah, rentan tertular. Kalau komplikasi bisa ke paru, kalau ke mata bisa mengalami kebutaan,” ujarnya.

Baca juga: 14 Provinsi dengan Kasus KLB Campak Terbanyak per Agustus 2025: Gorontalo Masuk

Senada dengan itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa campak jauh lebih menular dibanding COVID-19.

Menurutnya, satu orang penderita campak bisa menularkan hingga 18 orang lainnya.

“Campak itu adalah penyakit yang paling menular. Kalau dulu COVID-19, ingat pertama kali ada yang namanya reproduction rate. Jadi satu orang nularin ke-2 atau ke-3. Campak itu satu orang bisa nularin ke-18,” kata Budi.

Baca juga: Kota Gorontalo, Boalemo, dan Pohuwato Masuk Daftar KLB Campak 2025

Meski sangat menular, Budi bilang campak sudah memiliki vaksin yang efektif untuk mencegah penularan.

Budi juga mengingatkan, campak bukan hanya penyakit menular biasa, tetapi bisa menimbulkan komplikasi serius hingga berujung kematian.

Karena itu, langkah utama menghadapi wabah campak adalah memperkuat imunisasi massal.

“Untungnya, sama seperti Covid sekarang, sudah ada vaksinnya, dan vaksinnya itu efektif. Jadi kalau divaksinasi, pasti dia tidak akan kena penyakit campak lagi,” tegasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan, Kemenkes

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU