Rabu, 27 AGUSTUS 2025 • 14:18 WIB

P4MI Ingatkan Warga Gorontalo: Cari Kerja ke Luar Negeri yang Resmi, Untuk Kamboja? Janganlah

Author

P4MI ingatkan warga Gorontalo cari kerja ke luar negeri lewat jalur resmi (HO/Husnul Puhi)

GORONTALO - Kasus tindak pidana perdagangan orang yang menimpa Agus Hilimi, warga Kabupaten Gorontalo patut dijadikan pelajaran.

Agar tidak menimbulkan korban baru, masyarakat Gorontalo diingatkan agar mencari pekerjaan ke luar negeri lewat jalur resmi.

Koodinator Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Gorontalo, Sutrisno mengingatkan ada sejumlah negara yang tidak memiliki kerja sama penempatan tenaga kerja asing dengan Indonesia.

Baca juga: Catat! Pemerintah Ultimatum Warga Gorontalo agar Jangan Kerja di Kamboja

Salah satunya Kamboja, negara tujuan Agus bekerja lewat jalur ilegal.

Bagi masyarakat yang mendapatkan informasi lowongan pekerjaan ke luar negeri diminta agar tidak langsung percaya.

Sutrisno mengingatkan agar warga terlebih dahulu mengecek kebenaran informasi tersebut lewat P4MI Gorontalo maupun dinas tenaga kerja setempat.

Baca juga: Pemerintah Turun Tangan Tangani Kasus Warga Gorontalo Terjebak Jadi Scammer di Kamboja

"Kerja ke luar negeri? Berangkatlah secara resmi. Untuk informasi yang jelas datang ke kantor kami atau ke dinas tenaga kerja setempat. Tanyakan lebih jelas peluang kerja dan di negara mana saja," kata Sutrisno, Selasa, 26 Agustus 2025. 

Sutrisno mengakui, hingga sekarang masih banyak warga Gorontalo yang nekat berangkat kerja ke Kamboja meski lewat jalur ilegal.

Mereka tergiur gaji tinggi, proses perekrutannya tidak sulit, hingga ingin mengubah nasib.

Baca juga: Warga Gorontalo yang Dijadikan Pekerja Scammer di Kamboja Cuma Urus Paspor Liburan ke Malaysia

"Yang sudah kita tangani enam orang, tujuh dengan yang ini. Motivasinya berangkat karena masalah ekonomi, mereka diberikan kemudahan, gratis, tinggal siap badan saja, mau, dan yang penting gaji besar," ungkapnya.

Terinformasi saat ini ada sekitar 30 warga Gorontalo yang berada di Kamboja. Namun, pihak P4MI sulit mendapatkan identitas mereka karena berangkat kerja lewat jalur ilegal.

"Kami dapat info terakhir sekitar 30 orang yang ke Kamboja, tapi datanya sulit didapatkan. Intinya [cari kerja ke luar negeri] secara resmi. Untuk Kamboja, janganlah," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU