GORONTALO - Akses pelayanan kesehatan di Puskesmas Lemito, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato terganggu.
Penyebabnya ialah fasilitas kesehatan tersebut disegel oleh warga yang mengklaim sebagai ahli waris lahan.
Penyegelan telah berlangsung selama enam hari dan menyebabkan lumpuhnya layanan medis.
Baca juga: Pansus DPRD Gorontalo Bahas Masalah Tambang di Pohuwato
Masyarakat yang membutuhkan perawatan harus dialihkan ke fasilitas kesehatan lain, salah satunya Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato.
Bahkan layanan kesehatan penting seperti imunisasi balita, pemeriksaan ibu hamil, hingga pengendalian penyakit menular tidak dapat dijalankan.
Tanggapan Kepala Puskesmas
Kepala Puskesmas Lemito, Serly Febriyanti Soga, mengaku prihatin atas kejadian ini.
Baca juga: Curi 3 Hp, Mahasiswa Asal Pohuwato Ditangkap Polisi
Ia mengingatkan bahwa dampak terberat dari penyegelan ini justru dirasakan langsung masyarakat.
“Kami sangat prihatin karena masyarakat menjadi korban, masyarakat butuh pelayanan kesehatan kami langsung rujuk RS Bumi Panua Pohuwato,” ujarnya, Senin, 28 Juli 2025 kemarin.
Sudah berlangsung 6 Hari
Serly menjelaskan bahwa awalnya pihak ahli waris hanya menutup gerbang, sehingga tenaga medis masih bisa masuk melalui jalur alternatif di pekarangan warga sekitar.
Baca juga: Dua Daerah di Gorontalo Berstatus Tanggap Darurat KLB Malaria, Aktivitas Tambang Ilegal Disorot
Namun belakangan, pintu masuk utama Puskesmas juga disegel menggunakan rantai.
“Puskesmas disegel ahli waris sudah enam hari hingga sekarang,” tutup Serly.
Dari informasi yang beredar, penyegelan dilakukan oleh keluarga ahli waris yang menuntut penyelesaian status kepemilikan lahan secara hukum dan administratif.
Dalam video berdurasi 2,5 menit yang beredar di media sosial, seorang warga bernama Wirda Olii terlihat memasang rantai di pintu utama Puskesmas.
Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato belum mengeluarkan pernyataan resmi maupun tindakan konkret terkait sengketa ini.
Warga pun berharap ada penyelesaian cepat agar layanan kesehatan bisa segera normal kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Newsnesia.id