Senin, 21 JULI 2025 • 07:18 WIB

Sekolah Khatib Hadir di Gorontalo, Cetak Khatib Muda Moderat dan Berkualitas

Author

Pembukaan sekolah khatib Lapeksdam PWNU Provinsi Gorontalo (Istimewa)

GORONTALO - Lakpesdam PWNU Provinsi Gorontalo resmi meluncurkan program Sekolah Khatib yang ditujukan bagi masyarakat Kota Gorontalo

Inisiatif ini bertujuan mencetak para khatib muda yang berkualitas dan berhaluan moderat untuk mengisi mimbar-mimbar Jumat di seluruh masjid di wilayah tersebut.

Ketua PWNU Gorontalo, Ibrahim T. Sore, menyambut baik kehadiran program tersebut yang menurutnya sangat dibutuhkan di Gorontalo. 

Baca juga: Pemerintah Kota Gorontalo Beri Kado HUT RI ke-80: Denda PBB-P2 Dihapus

Ia menilai bahwa saat ini masih banyak masjid yang kekurangan khatib, sehingga kehadiran Sekolah Khatib akan menjadi solusi penting.

"Ini bakal mencetak para khatib baru dengan kualitas yang mumpuni," ujar Ibrahim saat acara peluncuran yang digelar di Aula Kantor DPRD Kota Gorontalo, Minggu, 20 Juli 2025.

Upaya Regenerasi Khatib di Kota Gorontalo

Ketua Lakpesdam PWNU Gorontalo, Hendra Yasin, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari kebutuhan.

In proses kaderisasi khatib agar memahami nilai-nilai Islam yang ramah dan berpijak pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Baca juga: Pelanggar Lalu Lintas di Gorontalo Langsung Jalani Sidang di Tempat, Polisi: Bentuk Edukasi

Sekolah Khatib ini akan menjadi ruang pelatihan bagi para calon khatib agar memahami rukun dan syarat khutbah, penyusunan materi dan penyampaian khutbah, syarat khotib dalam ketentuan adat," jelas Hendra.

Modul Pelatihan Bertahap dan Pendampingan Langsung

Menurut Hendra, program ini terbuka bagi semua kalangan, baik warga umum maupun pemuda NU yang berminat menjadi khatib Jumat. 

Dalam angkatan pertama, peserta berasal dari 31 masjid yang tersebar di 31 kelurahan di Kota Gorontalo.

"Kami melihat pentingnya regenerasi khatib yang mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan bahasa yang bijak, sejuk, dan membangun. Sekolah Khatib hadir untuk menjawab kebutuhan itu," tambah Hendra.

Senada dengan itu, Sekretaris Lakpesdam PWNU Gorontalo, Imam Nurhakim Hasan, menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah memastikan tersedia minimal satu khatib terlatih di setiap masjid, khususnya di lingkungan Nahdliyin.

Baca juga: Pemprov Gorontalo Musnahkan Ribuan Liter Miras Hasil Sitaan

"Nanti para peserta ini akan diajarkan oleh para asatidz yang mumpuni dan tentunya akan dibekali juga dengan materi-materi yang sesuai," ujar Imam. 

Ia juga menambahkan bahwa selain teknik khutbah, peserta akan mendapat pembekalan mengenai wawasan kebangsaan serta pemahaman Islam yang inklusif dan toleran.

Empat asatidz yang akan bertindak sebagai pengajar dalam Sekolah Khatib adalah Ustadz Andries Kango, Abdul Wahab Thomas, Rifian Panigoro, dan Muammar.

Berkelanjutan

Ketua Panitia Sekolah Khatib, Suprisno, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan. Pelatihan akan dilaksanakan secara bertahap melalui sistem gelombang atau angkatan. 

Setiap angkatan akan menjalani modul pelatihan selama beberapa minggu, meliputi teori, praktik khutbah, hingga pendampingan langsung dari para ulama dan praktisi dakwah.

"Ini bukan program seremonial sesaat. Sekolah Khatib akan berjalan rutin, berkala, dan terus dievaluasi demi menjaga kualitas lulusan," katanya.

"Setelah pelatihan, peserta juga akan dipantau dan diarahkan untuk langsung bertugas di masjid-masjid yang membutuhkan," tutup Suprisno.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU