GORONTALO - Warga Gorontalo yang menerima bantuan sosial diminta memanfaatkan bantuan secara produktif.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, Rabu, 2 Juli 2025.
Idah menjelaskan selain program Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G), pemerintah punya skema bantuan lain.
Baca juga: Efisiensi Anggaran Bikin Kuota Bansos Berkurang, Pemprov Gorontalo Tetap Gas Penyaluran
Seperti bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan bantuan Perempuan Kepala Keluarga (PK).
Bantuan ini dikususkan bagi pemiliki usaha kecil seperti warung yang sudah berjalan minimal dua tahun.
"Modal usaha ini senilai Rp2.5 juta. Kalau usahanya berkembang, tahun depan bisa dapat Rp5 juta," ujarnya.
"Tapi kami ingatkan jangan duganakan untuk bayar utang atau kebutuhan konsumtif lainnya. Gunakan betul-betul untuk usaha biar mandiri," sambungnya.
Baca juga: Hasil Reviu Kemenkes Bikin 8 Rumah Sakit di Gorontalo Berpotensi Turun Kelas
Lebih lanjut Idah menjelaskan bahwa penerima bantuan diprioritaskan kepada masyarakat paling miskin atau tidak mampu sesuai data dan usulan desa.
Namun, tidak semua usulan bisa diakomodir karena dampak efisiensi anggaran.
Idah mencontohkan di salah satu desa ada 19 orang yang diusulkan pemerintah, tapi hanya 10 orang yang terakomodir.
Kebijakan yang sama juga berlaku untuk desa-desa lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo