15 Pemain dengan Jumlah Kemenangan Terbanyak di Piala Dunia: yang Pasti Tidak Ada Cristiano Ronaldo
GORONTALO — Piala Dunia selalu menjadi tempat lahirnya para legenda sepak bola yang berhasil mencatatkan rekor kemenangan paling fenomenal sepanjang sejarah.
Menariknya, daftar elite para pemilik kemenangan terbanyak di turnamen ini justru sama sekali tidak memuat nama megabintang, Cristiano Ronaldo.
Ada 15 pesepak bola yang sukses mengumpulkan jumlah kemenangan laga terbanyak sepanjang keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia.
Baca juga: Piala Dunia 2026: Jerman Gugur, Neuer Pensiun
Siapa saja mereka? Simak sampai tuntas ulasannya berikut ini!
1. Miroslav Klose (Jerman)
Striker legendaris ini memimpin di posisi puncak dengan koleksi 17 kemenangan dari total 24 penampilan di atas lapangan hijau.
Rapor tandingnya dilengkapi dengan 3 hasil seri, 4 kekalahan, serta rasio kemenangan yang menyentuh angka 0,71 per pertandingan.
Baca juga: Erling Haaland Cetak Gol Ke-60, Norwegia ke 16 Besar Piala Dunia 2026
2002: 5 kemenangan saat Jerman menjadi runner-up
2006: 5 kemenangan saat Jerman finis ketiga
2010: 3 kemenangan saat Jerman finis ketiga
2014: 4 kemenangan saat Jerman menjadi juara
2. Cafu (Brasil)
Bek sayap legendaris Tim Samba ini menguntit di tempat kedua melalui perolehan 16 kemenangan dari keseluruhan 20 laga.
Ia mengemas rekor fantastis dengan hanya 1 hasil imbang, 3 kekalahan, serta rasio kesuksesan laga sebesar 0,80.
Baca juga: Sesakit-sakitnya Jerman-Belanda di Piala Dunia 2026, Ternyata Lebih Sakit Italia
1994: 2 kemenangan saat Brasil menjadi juara
1998: 4 kemenangan saat Brasil menjadi runner-up
2002: 7 kemenangan saat Brasil menjadi juara
2006: 3 kemenangan saat Brasil mencapai perempat-final
3. Lionel Messi (Argentina)
Sang maestro mumpuni Argentina ini turut mengoleksi 16 kemenangan berharga sepanjang total 26 penampilannya di Piala Dunia.
Perjalanan karier internasionalnya diwarnai oleh 5 hasil imbang, 5 kekalahan, dengan rata-rata rasio kemenangan di angka 0,62.
2006: 2 kemenangan saat Argentina mencapai perempat-final
2010: 4 kemenangan saat Argentina mencapai perempat-final
2014: 5 kemenangan saat Argentina menjadi runner-up
2018: 1 kemenangan saat Argentina mencapai babak 16 besar
2022: 4 kemenangan saat Argentina menjadi juara
4. Wolfgang Overath (Jerman Barat)
Gelandang jangkar ini menorehkan catatan impresif lewat raihan 15 kemenangan dari keseluruhan 19 pertandingan yang dilakoninya.
Rapor performanya mencakup 1 kali hasil seri, 3 kali kalah, beriringan dengan rasio efektivitas kemenangan sebesar 0,79.
1966: 4 kemenangan saat Jerman Barat menjadi runner-up
1970: 5 kemenangan saat Jerman Barat finis ketiga
1974: 6 kemenangan saat Jerman Barat menjadi juara
5. Ronaldo (Brasil)
Sang fenomena lini serang Brasil ini juga sukses membubuhkan 15 kemenangan gemilang dari total 19 penampilannya.
Catatan rekor dunianya diperlengkap dengan 1 hasil seri, 3 kekalahan, serta persentase rasio keunggulan di angka 0,79.
1998: 4 kemenangan saat Brasil menjadi runner-up
2002: 7 kemenangan saat Brasil menjadi juara
2006: 4 kemenangan saat Brasil mencapai perempat-final
6. Philipp Lahm (Jerman)
Mantan kapten kharismatik ini mengamankan tempat berikutnya lewat raihan 15 kemenangan sepanjang total 20 pertandingan.
Pemain bertahan yang serbabisa ini juga mencatatkan 2 hasil imbang, 3 kekalahan, berkat rasio kemenangan 0,75.
2006: 5 kemenangan saat Jerman finis ketiga
2010: 4 kemenangan saat Jerman finis ketiga
2014: 6 kemenangan saat Jerman menjadi juara
7. Bastian Schweinsteiger (Jerman)
Jenderal lapangan tengah andalan Jerman ini mengemas jumlah identik 15 kemenangan dari total 20 laga resmi.
Rapor kokoh miliknya dihiasi oleh 2 hasil imbang, 3 kekalahan, beserta capaian rasio kemenangan sebesar 0,75.
2006: 5 kemenangan saat Jerman finis ketiga
2010: 5 kemenangan saat Jerman finis ketiga
2014: 5 kemenangan saat Jerman menjadi juara
8. Lothar Matthaus (Jerman Barat/Jerman)
Gelandang legendaris penoreh rekor lima edisi ini sukses meraup 15 kemenangan berharga dari keseluruhan 25 penampilan.
Pemain terbaik dunia ini juga mencatatkan 6 hasil seri, 4 kekalahan, di samping kepemilikan rasio kemenangan 0,60.
1982: 2 kemenangan saat Jerman Barat menjadi runner-up
1986: 3 kemenangan saat Jerman Barat menjadi runner-up
1990: 5 kemenangan saat Jerman Barat menjadi juara
1994: 3 kemenangan saat Jerman mencapai perempat-final
1998: 2 kemenangan saat Jerman mencapai perempat-final
9. Lucio (Brasil)
Bek tengah tangguh bertubuh kekar ini mencatatkan 14 kemenangan krusial dari total 17 laga internasionalnya.
Ia menorehkan statistik menawan berupa 1 hasil seri, 2 kekalahan, dengan rasio efisiensi kemenangan tertinggi mencapai 0,82.
2002: 7 kemenangan saat Brasil menjadi juara
2006: 4 kemenangan saat Brasil mencapai perempat-final
2010: 3 kemenangan saat Brasil mencapai perempat-final
10. Franz Beckenbauer (Jerman Barat)
Sang Der Kaiser yang sangat disegani ini sukses mendulang 14 kemenangan penting sepanjang 18 penampilannya.
Kepemimpinan karismatiknya di lapangan turut membuahkan 1 hasil imbang, 3 kekalahan, disusul keunggulan rasio kemenangan 0,78.
1966: 4 kemenangan saat Jerman Barat menjadi runner-up
1970: 4 kemenangan saat Jerman Barat finis ketiga
1974: 6 kemenangan saat Jerman Barat menjadi juara
11. Olivier Giroud (Prancis)
Ujung tombak andalan Les Bleus ini berhasil membukukan 14 kemenangan dari jajaran 18 penampilannya.
Rapor bertanding penyerang jangkung ini dilengkapi dengan 3 hasil seri, hanya 1 kekalahan, serta rasio kemenangan 0,78.
2014: 3 kemenangan saat Prancis mencapai perempat-final
2018: 6 kemenangan saat Prancis menjadi juara
2022: 5 kemenangan saat Prancis menjadi runner-up
12. Antoine Griezmann (Prancis)
Penyerang motor serangan Prancis ini mengoleksi jumlah 14 kemenangan manis dari total 19 laga yang diarunginya.
Statistik dinamis miliknya mencakup perolehan 3 hasil seri, 2 kekalahan, seiring kepemilikan nilai rasio kemenangan 0,74.
2014: 3 kemenangan saat Prancis mencapai perempat-final
2018: 6 kemenangan saat Prancis menjadi juara
2022: 5 kemenangan saat Prancis menjadi runner-up
13. Per Mertesacker (Jerman)
Bek tengah berpostur menjulang tinggi ini mengamankan posisi lewat raihan 14 kemenangan dari keseluruhan 19 laga.
Bintang lini belakang ini juga menorehkan 2 hasil seri, 3 kekalahan, bersamaan dengan catatan rasio kemenangan 0,74.
2006: 4 kemenangan saat Jerman finis ketiga
2010: 5 kemenangan saat Jerman finis ketiga
2014: 5 kemenangan saat Jerman menjadi juara
14. Hugo Lloris (Prancis)
Mantan kapten sekaligus penjaga gawang andalan ini mengantongi 14 kemenangan berharga dari total 20 penampilan.
Penjaga mistar kokoh ini melewati jalannya kompetisi dengan 3 hasil seri, 3 kekalahan, dengan tingkat rasio kemenangan 0,70.
2010: 0 kemenangan saat Prancis tersingkir di fase grup
2014: 3 kemenangan saat Prancis mencapai perempat-final
2018: 6 kemenangan saat Prancis menjadi juara
2022: 5 kemenangan saat Prancis menjadi runner-up
15. Paolo Maldini (Italia)
Simbol loyalitas lini pertahanan Italia ini menutup daftar elite dengan raihan 14 kemenangan dari total 23 laga.
Legenda hidup AC Milan ini mengunci catatan prestisiusnya lewat 6 hasil seri, 3 kekalahan, beriringan dengan rasio kemenangan 0,61.
1990: 6 kemenangan saat Italia finis ketiga
1994: 4 kemenangan saat Italia menjadi runner-up
1998: 3 kemenangan saat Italia mencapai perempat-final
2002: 1 kemenangan saat Italia mencapai babak 16 besar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFA