GORONTALO — Kehadiran kawanan Hiu Paus di perairan Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, kini sukses menjelma menjadi salah satu magnet pariwisata dunia yang paling memikat.
Keunikan destinasi ini terletak pada posisi kemunculan hiu paus (Rhincodon typus) yang sangat dekat dari bibir pantai sehingga sangat mudah dijangkau dengan perahu nelayan.
Namun, penerapan protokol konservasi yang ketat menjadi syarat mutlak agar interaksi manusia dengan satwa dilindungi ini tidak merusak kelestarian ekosistem bawah laut.
Baca juga: Rahasia Harmonis! Ini 7 Kalimat Ajaib yang Sering Diucapkan oleh Pasangan Bahagia
Berikut adalah panduan lengkap dan tips aman bagi Anda yang ingin mengagumi keindahan sang penguasa samudra secara langsung di Gorontalo.
1. Aturan Jarak Aman dan Larangan Kontak Fisik
Wisatawan dilarang keras menyentuh kulit hiu paus demi menjaga lapisan pelindung tubuh mereka dari kontaminasi bakteri luar.
Anda juga wajib mewaspadai kibasan ekornya yang sangat bertenaga karena berpotensi memicu cedera serius bagi para penyelam yang berada terlalu dekat.
Baca juga: Waspada! Ini 5 Tanda Pernikahan di Ambang Kehancuran yang Sering Diabaikan
Bagi yang berenang di air, pastikan menjaga jarak minimal 2 hingga 3 meter dari area kepala serta 5 meter dari bagian ekor satwa.
Hindari menciptakan gerakan agresif atau kegaduhan di dalam air agar raksasa tenang ini tidak merasa terancam lalu pergi menjauh.
2. Aturan Penggunaan Sunblock dan Larangan Flash Kamera
Penggunaan tabir surya berbahan kimia berbahaya seperti oxybenzone sangat dilarang karena bisa meracuni biota laut serta merusak terumbu karang.
Baca juga: Piala Dunia 2026: Jerman Gugur, Neuer Pensiun
Sebagai alternatif pelindung sengatan matahari, Anda disarankan memakai baju renang tertutup jenis rash guard yang jauh lebih aman bagi lingkungan.
Saat mengabadikan momen lewat foto, pastikan fitur lampu kilat (flash) pada kamera Anda sudah dalam posisi mati total.
Sorot cahaya terang yang mendadak terbukti bisa mengganggu penglihatan mata hiu paus yang dikenal sangat sensitif di air jernih.
Pihak pengelola setempat juga terus membatasi kuota perahu di lokasi interaksi secara berkala guna mencegah terjadinya stres massal pada satwa.
3. Tips Tambahan untuk Pengalaman Liburan yang Sempurna
Atur waktu kedatangan Anda dengan tepat karena musim kemunculan terbaik hiu paus di Botubarani biasanya berlangsung pada rentang bulan Mei hingga Juli.
Pilihlah waktu berkunjung pada hari kerja biasa demi menghindari kepadatan antrean wisatawan yang kerap membeludak saat momen libur akhir pekan.
Jangan lupa untuk selalu membawa baju ganti bersih karena aktivitas mengamati satwa eksotis ini pasti akan membuat pakaian Anda basah terkena cipratan air.
Pastikan Anda memantau ramalan cuaca dan datanglah saat langit cerah agar kondisi visibilitas air laut di lokasi tetap jernih sempurna.
Manfaatkan fasilitas sewa perahu beralas kaca serta dokumentasi drone untuk mendapatkan sudut pandang visual yang spektakuler tanpa perlu menyelam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber