GORONTALO — Jerman harus tersingkir di Piala Dunia 2026. Kai Havertz ungkap kekecewaan mendalam.
Sebagaimana diketahui, Kai Havertz dkk datang ke Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi tinggi.
Sayangnya, semuanya pupus di babak 32 besar saat bersua Paraguay. Jerman kalah adu penalti dengan skor 3-4.
Baca juga: Ruang Ganti Jerman Suram, Julian Nagelsmann Blak-blakan Usai Timnya Tuai Hasil Minor di Foxborough
Salah satu nama yang layak disorot di balik kekalahan itu ialah Kai Havertz.
Dalam empat pertandingan, striker Arsenal itu tampil sebagai pahlawan sekaligus penjegal langkah Jerman di Piala Dunia 2026.
Mesin Gol Andalan Nagelsmann dan Penyelamat Asa Jerman
Sebelum malam kelabu di Foxborough, performa Havertz sebenarnya sangat mentereng di fase grup.
Baca juga: Rekor 4 Dekade Lebih Raja Penalti Piala Dunia Milik Jerman Ambyar di Tangan Paraguay
Ketajamannya bahkan sempat meledak saat memboyong dua gol di laga Jerman vs Curacao yang berakhir dengan skor telak 7-1.
Torehan dua gol ini menempatkannya dalam deretan pemburu top skor Piala Dunia tahun ini.
Tidak mencetak di dua laga fase grup berikutnya, Kai Havertz kembali bikin gol ke gawang Paraguay.
Baca juga: Kejutan! Paraguay OTW 16 Besar Piala Dunia 2026, Jerman Goodbye
Gol tersebut jadi penyelamat Jerman ketika tertinggal satu gol.
Tiga gol itu menambah pundi-pundi golnya di bawah asuhan Julian Nagelsmann.
Penyerang serbabisa ini merupakan top skor tim di era Nagelsmann dengan koleksi 12 gol, jumlah terbanyak dibanding penggawa Jerman lainnya.
Secara keseluruhan, Havertz telah melesakkan 25 gol dari 62 pertandingan bersama Der Panzer.
Satu Kegagalan Mengubah Segalanya
Sialnya, semua catatan impresif dan status pahlawan itu seketika sirna saat laga melawan Paraguay harus ditentukan lewat titik putih.
Ditunjuk sebagai algojo pertama yang memikul beban mental pembuka, eksekusi Havertz justru gagal menemui sasaran.
Kegagalan krusial itu meruntuhkan mentalitas tim dan mengawali hancurnya rekor kesucian adu penalti Jerman yang sudah bertahan lebih dari empat dekade.
Permohonan Maaf dan Frustrasi Havertz Pasca-Laga
Dikutip dari DFB, Havertz tampak sangat terpukul dan kesulitan menyembunyikan rasa bersalahnya.
Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung Jerman karena kembali gagal membawa negaranya melangkah jauh di turnamen mayor.
"Saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Saya kesulitan menemukan kata-kata yang tepat. Satu-satunya yang bisa saya katakan adalah saya minta maaf. Kami semua kecewa. Kami memiliki harapan tinggi untuk turnamen ini, jadi mengecewakan semua orang lagi adalah perasaan yang mengerikan," ungkap Havertz.
Havertz juga mengakui bahwa skuad Der Panzer tampil di bawah performa terbaiknya dan kesulitan membongkar taktik lawan.
Ia menilai ada evaluasi besar yang harus dilakukan di internal tim jika sampai tersingkir oleh tim yang secara di atas kertas berada di bawah mereka.
"Sulit untuk menciptakan tempo permainan, tetapi sebenarnya tidak banyak yang berhasil bagi kami. Dengan segala hormat, jika Anda tersingkir melawan Paraguay, maka jelas banyak hal yang tidak berjalan dengan baik," pungkasnya.
Kini, Jerman harus pulang lebih awal dengan menyisakan rapor merah, sementara Havertz terpaksa meratapi akhir cerita yang antiklimaks di Piala Dunia edisi kali ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber