Selasa, 30 JUNI 2026 • 08:21 WIB

Rekor 4 Dekade Lebih Raja Penalti Piala Dunia Milik Jerman Ambyar di Tangan Paraguay

Author

Ekspresi pemain Jerman usai kalah adu penalti lawan Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026 (Instagram @football_autopsie)

GORONTALOJerman baru saja mengalami kekalahan pahit di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Bersua Paraguay di Gillette Stadium, Foxborough, dini hari tadi, Jerman kalah 3-4 lewat adu pelati setelah 120 menit bermain imbang 1-1.

Kekalahan ini tak cuma mencoret nama Jerman dari perburuan gelar juara dunia, tapi ikut merusak rekor tak pernah kalah lewat adu penalti Jerman di Piala Dunia yang sudah bertahan selama empat dekade lebih.

Baca juga: Kejutan! Paraguay OTW 16 Besar Piala Dunia 2026, Jerman Goodbye

Tampil Dominan, tapi Tak Menang

Pertandingan sebenarnya berjalan di bawah kendali pasukan Julian Nagelsmann setelah mereka dikejutkan oleh ancaman awal Junior Alonso di menit-menit pertama. 

Jerman mendominasi penguasaan bola dan memaksa Paraguay bertahan mati-matian.

Namun, petaka awal datang pada menit ke-42. Jerman yang keasyikan menyerang justru kebobolan lebih dulu.

Baca juga: Brasil Butuh 24 Tahun untuk Rasakan Lagi Comeback Manis ala Rivaldo-Ronaldinho di Piala Dunia 2002

Melalui skema serangan balik cepat, Julio Enciso berhasil memenangi duel udara dan melepaskan sundulan tajam yang merobek gawang Jerman. Skor 1-0 untuk Paraguay bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Jerman langsung meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. 

Hasilnya berbuah manis di menit ke-54. Kai Havertz sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tandukan terukur setelah mengonversi umpan silang dari Florian Wirtz.

Baca juga: Martinelli dan Casemiro Bikin Neymar Batal Main di Laga Brasil vs Jepang

Jerman sejatinya berpeluang mengunci kemenangan pada menit ke-77 melalui skema yang hampir mirip.

Sayang, bola sundulan Havertz masih mampu ditepis secara heroik oleh kiper Orlando Gill.

Pada babak 2x15 menit pun, Jerman tampaknya akan mengakhiri laga dengan kemenangan setelah Tah mencetak gol sundulan.

Namun, euforia di kubu Jerman seketika terhenti akibat VAR. Gol Tah dianulir karena sebuah pelanggaran.

Karena skor imbang tetap bertahan hingga 2x15 menit waktu tambahan usai, takdir kedua tim pun harus ditentukan dari titik putih.

Uara kekalahan di babak adu penalti sudah tercium sejak penendang pertama Jerman, Kai Havertz, gagal menjalankan tugas.

Sebaliknya, penembak pertama Paraguay, Mauricio, dengan tenang menaklukkan kiper Jerman untuk membawa timnya memimpin 1-0.

Asa Jerman sempat terjaga ketika Joshua Kimmich dan Jamal Musiala berturut-turut sukses mengeksekusi penalti, mengubah skor berkejaran menjadi 1-1 dan 2-2 setelah kubu Paraguay membalas lewat Gustavo Gomez dan Matias Galarza.

Tekanan berat kembali menghinggapi Jerman setelah algojo mereka, Woltemade, gagal mencetak gol karena bolanya berhasil ditepis. Beruntung bagi Jerman, eksekusi Antonio Sanabria dari Paraguay malah melebar di samping gawang.

Nadiem Amiri sempat memperpanjang napas Der Panzer menjadi 3-3 setelah penentu dari Paraguay, Fabian Balbuena, juga ikut gagal menyarangkan bola.

Namun, petaka sesungguhnya tiba di momen krusial. Bek andalan Jerman, Jonathan Tah, gagal memasukkan bola setelah tembakannya melenceng. 

Jose Canale yang maju sebagai eksekutor penutup Paraguay tanpa cela mengunci kemenangan penalti menjadi 4-3.

Runtuhnya Rekor si Raja Penalti di Piala Dunia

Jerman memang dikenal sebagai raksasa Eropa dengan empat gelar juara dunia.

Namun, jika menilisik ke belakang, nasib Jerman di gelaran akbar ini juga tak lepas dari keberuntungan saat adu penalti.

Total ada empat pertandingan Jerman di Piala Dunia yang berakhir manis lewat adu penalti. 

Masing-masing pada edisi 1982 (melawan Prancis di semifinal), 1986 (Meksiko di perempatfinal), 1990 (Inggris di semifinal), dan 2006 (Argentina di perempatfinal).

Sayangnya, rekor yang sudah terjaga selama 44 tahun itu harus rusak di tangan Paraguay sekaligus mengantar tim peringkat 41 dunia itu ke babak 16 besar.

Sementara bagi Jerman, hasil ini memperpanjang catatan negatif di Piala Dunia sejak juara pada edisi 2014.

Pada edisi 2018 dan 2022, mereka tersingkir di fase grup, sedangkan di edisi kali ini mereka tersingkir di fase gugur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU