Senin, 29 JUNI 2026 • 20:10 WIB

Salah Satunya Mario Kempes, Ini 19 Alumnus Piala Dunia yang Pernah Main di Liga Indonesia

Author

Mario Kempes, bintang Timnas Argentina yang pernah meniti karier sepak bola di Indonesia sebelum pensiun (Instagram Mario Kempes)

GORONTALO — Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia rupanya memiliki daya tarik magis tersendiri bagi sederet pesepak bola global.

Bukan sekadar pemain asing biasa, beberapa klub tanah air tercatat pernah menjadi pelabuhan bagi para bintang yang mencicipi atmosfer turnamen terakbar, Piala Dunia.

Bahkan, dua bintang Argentina, yang pernah juara Piala dunia juga memilih berlabuh di Indonesia.

Baca juga: Ragam Ide Lomba Kreatif untuk Menyemarakkan Hari Anak Nasional

Kehadiran para talenta kelas dunia ini, baik yang berstatus veteran legendaris maupun pemain aktif, sukses meninggalkan tinta emas dalam sejarah sepak bola nasional.

Berikut daftar 19 pemain berstatus jebolan Piala Dunia yang pernah merumput di Indonesia.

1. Frans Putros (Irak)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 2026.

Klub di Indonesia: Persib Bandung.

Baca juga: Dominasi Mutlak Brasil Atas Jepang, Siapa Pemenang di Fase 32 Besar Piala Dunia 2026?

Pemain bertahan milik Pangeran Biru ini mengukir tinta emas sebagai pilar aktif Liga Indonesia perdana yang unjuk gigi pada ajang Piala Dunia 2026.

Kontribusi vitalnya sukses mengantar tim nasional Irak kembali menembus putaran final setelah berjuang membongkar kebuntuan sejarah panjang sejak tahun 1986 silam.

Aebelum tampil di Piala Dunia 2026, Putros lebih dulu mengantar Persib Bandung juara.

Baca juga: Gorontalo Masuk 10 Besar Daerah dengan Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Tertinggi

2. Gervane Kastaneer (Curacao)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 2026.

Klub di Indonesia: Persib Bandung, Persis Solo.

Sebelum melanjutkan petualangan barunya bersama Laskar Sambernyawa, Kastaneer lebih dahulu merasakan manisnya gelar juara Liga 1 musim 2024–25 di Kota Kembang.

Penyerang ini mencetak sejarah besar saat masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-81 kala negaranya ditumbangkan Jerman 7-1.

Saat Piala Dunia 2026 digelar, ia sudah memegang status sebagai penggawa Terengganu FC.

3. Peter Odemwingie (Nigeria)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 2010, 2014.

Klub di Indonesia: Madura United.

Eks penyerang tajam klub Liga Inggris seperti West Bromwich Albion ini sempat meneruskan karier profesionalnya di Pulau Garam.

Odemwingie yang pernah mencetak gol kemenangan Nigeria atas Bosnia di Piala Dunia 2014 tampil luar biasa lewat torehan 15 gol dari 23 laga di Liga 1.

4. Shane Smeltz (Selandia Baru)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 2010.

Klub di Indonesia: Borneo FC.

Publik sepak bola tentu mengingat betul aksi penyerang andalan All Whites ini saat menjebol gawang tim raksasa Italia di Piala Dunia 2010.

Setelah melanglang buana di kompetisi benua Australia, Smeltz memilih berlabuh ke Samarinda untuk membela Pesut Etam pada musim 2017.

5. Didier Zokora (Pantai Gading)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 2006, 2010, 2014.

Klub di Indonesia: Semen Padang.

Gelandang bertahan tangguh legendaris milik Tottenham Hotspur ini memegang rekor sebagai salah satu pemilik caps terbanyak bersama negaranya.

Zokora yang menjadi andalan utama generasi emas Les Elephants tersebut sempat mencicipi ketatnya persaingan Liga 1 bersama Kabau Sirah pada 2017.

6. Ivan Bosnjak (Kroasia)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 2006.

Klub di Indonesia: Persija Jakarta.

Meski lebih sering menjadi pelapis di bangku cadangan, Bosnjak merupakan bagian dari skuad mewah Kroasia saat bertarung di Jerman.

Pemain depan ini memilih Macan Kemayoran sebagai destinasi akhir perjalanannya di lapangan hijau pada musim kompetisi 2014.

7. Michael Essien (Ghana)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 2006, 2014.

Klub di Indonesia: Persib Bandung.

Keputusan manajemen Maung Bandung mendaratkan eks gelandang jangkar Chelsea dan Real Madrid ini pada 2017 sukses mengguncang jagat maya.

Datang dengan status marquee player, salah satu legenda terbaik Benua Afrika ini langsung menyedot perhatian sepak bola global ke tanah air.

8. Nastja Ceh (Slovenia)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 2002.

Klub di Indonesia: PSMS Medan.

Jendral lapangan tengah ini mengukir sejarah saat mengawal kelolosan perdana negaranya ke putaran final Piala Dunia 2002.

Setelah kenyang memakan asam garam kompetisi di Benua Biru, Ceh sempat memilih merapat untuk membela panji Ayam Kinantan.

9. Eric Djemba-Djemba (Kamerun)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 2002.

Klub di Indonesia: Persebaya Surabaya (ISL).

Gelandang perusak yang pernah mengenakan seragam Manchester United ini tercatat masuk dalam daftar skuad Singa Gigih di Korea-Jepang.

Ia sempat menghebohkan publik Surabaya pada tahun 2015 dengan menandatangani kontrak bersama klub yang kini bertransformasi menjadi Bhayangkara FC.

10. Pierre Njanka (Kamerun)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 1998, 2002.

Klub di Indonesia: Persija Jakarta, Arema Indonesia, Mitra Kukar, Persisam Putra Samarinda.

Pemain yang pernah menjebol gawang Austria di Prancis 1998 ini meraih kesuksesan instan saat mengangkat trofi juara ISL 2009–10 bersama Singo Edan.

Kariernya di tanah air tergolong awet dengan membela sejumlah tim besar seperti Macan Kemayoran hingga Pesut Etam.

11. Marcel Mahouve (Kamerun)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 1998.

Klub di Indonesia: Putra Samarinda, Persita Tangerang.

Mahouve menorehkan cerita unik karena bakatnya justru terpantau dan lebih dulu bersinar di Indonesia bersama Pusam sebelum dipanggil ke timnas.

Usai membela Kamerun di ajang Piala Dunia 1998 Prancis, sang gelandang kembali ke tanah air untuk memperkuat Pendekar Cisadane.

12. Jean-Pierre Fiala (Kamerun)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 1994.

Klub di Indonesia: Persma Manado, Persija Jakarta.

Pilar lini belakang tim nasional Kamerun saat berlaga di Amerika Serikat 1994 ini melanjutkan petualangannya di bumi nusantara.

Fiala mengawali karier indahnya di Indonesia bersama tim badai biru Persma Manado sebelum akhirnya berlabuh ke ibu kota.

13. Emmanuel Maboang (Kamerun)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 1990, 1994.

Klub di Indonesia: Pelita Jaya.

Gelandang serang penuh kreativitas ini memiliki jam terbang tinggi dengan tampil pada dua edisi Piala Dunia berbeda bersama Kamerun.

Kehadirannya di skuad Pelita Jaya pada akhir dekade 90-an semakin menyemarakkan gelombang eksodus pesepak bola top dari tanah Afrika.

14. Jules Onana (Kamerun)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 1990.

Klub di Indonesia: Persma Manado, Persis Solo, Pelita Krakatau Steel.

Onana merupakan salah satu representasi tembok kokoh dari generasi emas Kamerun yang mengejutkan dunia pada edisi Italia 90.

Ia memiliki catatan karier yang sangat panjang di Indonesia dengan memperkuat tim asal Manado, Solo, hingga Cilegon.

15. Bertin Ebwelle (Kamerun)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 1990.

Klub di Indonesia: Putra Samarinda.

Pemain depan berjuluk “The Missile” ini menjadi saksi hidup keajaiban Kamerun kala menembus babak perempat final Piala Dunia 1990.

Pada pertengahan era 1990-an, ia memilih meluapkan daya ledaknya di Stadion Segiri bersama skuad Persisam Putra Samarinda.

16. Ernest Ebongue (Kamerun)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 1982.

Klub di Indonesia: Persma Manado, Pupuk Kaltim.

Ebongue memegang peran penting dengan menyapu bersih seluruh laga Kamerun pada debut perdana negara tersebut di Piala Dunia 1982.

Setelah melanglang buana di kerasnya liga-liga Eropa, ia mendarat di Indonesia untuk membela Persma Manado serta PKT Bontang.

17. Roger Milla (Kamerun)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 1982, 1990, 1994.

Klub di Indonesia: Pelita Jaya, Putra Samarinda.

Dunia tidak akan pernah lupa pada selebrasi tarian ikonik striker legendaris ini saat mencetak empat gol di usia 38 tahun pada Italia 90.

Usai memperbarui rekor pencetak gol tertua di Piala Dunia 1994, Milla mengguncang panggung sepak bola nasional bersama Pelita Jaya dan Pusam.

18. Pedro Pasculli (Argentina)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 1986.

Klub di Indonesia: Pelita Jaya.

Pasculli merupakan aktor penting di balik keberhasilan tim Tango merengkuh trofi Piala Dunia 1986 berkat gol tunggalnya ke gawang Uruguay.

Setelah melintasi ketatnya kompetisi Italia hingga Jepang, sang penyerang menutup buku kariernya bersama Pelita Jaya pada 1996.

19. Mario Kempes (Argentina)

Partisipasi Piala Dunia: Edisi 1974, 1978, 1982.

Klub di Indonesia: Pelita Jaya.

Inilah nama terbesar sekaligus sosok pemegang trofi juara dunia, Bola Emas, dan Sepatu Emas edisi 1978 yang pernah menginjakkan kaki di Indonesia.

Pahlawan kemenangan Argentina di laga final kontra Belanda tersebut sukses menyihir pencinta sepak bola nasional saat bergabung ke Pelita Jaya pada 1996.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: FIFA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU