Selasa, 02 JUNI 2026 • 08:39 WIB

Unik dan Religius, Ini 4 Kegiatan Masyarakat Gorontalo Sambut Tahun Baru Islam

Author

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah hadiri Festival Apangi dan pawai obor di Telaga Biru saat peringatan tahun baru islam tahun lalu (infopublik.id)

GORONTALO – Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram selalu disambut dengan penuh sukacita dan antusiasme tinggi oleh umat muslim di berbagai penjuru nusantara. 

Di Provinsi Gorontalo, momen pergantian tahun dalam kalender Hijriah ini tidak hanya dirayakan secara seremonial.

Namun, masyarakat melebur indah dengan balutan kearifan lokal yang sarat akan makna spiritual.

Baca juga: Hantam Myanmar 3-0, Timnas Indonesia U-19 Awali Piala AFF 2026 dengan Sempurna

Pemerintah daerah bersama segenap lapisan masyarakat konsisten menghidupkan berbagai festival budaya religi yang unik. 

Rangkaian agenda ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga di Bumi Serambi Madinah.

Berikut adalah empat kegiatan berkarakter kuat yang rutin diselenggarakan di Gorontalo saat menyambut Tahun Baru Islam:

Baca juga: Lama Terbengkalai, Objek Wisata Taluhu Barakati Gorontalo Bakal Bersolek Kembali

1. Lautan Cahaya dalam Kilauan Pawai Obor

Kemeriahan malam pergantian tahun langsung terasa dengan digelarnya aksi long march atau pawai obor massal. 

Ribuan peserta yang terdiri dari lapisan masyarakat, rombongan pelajar, hingga perwakilan instansi pemerintah tumpah ruah memadati jalan-jalan protokol. 

Sambil membawa obor bambu tradisional dan mengumandangkan selawat, mereka berjalan bersama menciptakan pemandangan lautan api yang estetik dan memukau.

Baca juga: Deretan Amalan di Malam 1 Muharram untuk Menyambut Tahun Baru Islam

2. Berbagi Berkah di Kuliner Tradisional Festival Apangi

Salah satu daya tarik kebudayaan paling ikonik dan sangat dinantikan di Gorontalo adalah Festival Apangi. 

Tradisi kuliner ini mewajibkan masyarakat untuk membuat kue apangi, sejenis kue apem khas lokal yang disajikan dengan kuah gula merah secara massal. 

Kue-kue tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada tetangga, kerabat, hingga pengguna jalan yang lewat sebagai simbol kesucian, kebersamaan, dan wujud rasa syukur atas rezeki yang melimpah.

3. Olahraga Modis Lewat Agenda Gerak Jalan Syar'i

Guna membangun raga yang sehat dan jiwa yang takwa, Pemerintah Provinsi Gorontalo kerap menginisiasi perlombaan jalan sehat yang dikemas secara Islami. 

Dikenal dengan sebutan Gerak Jalan Syar'i, kompetisi ini melibatkan berbagai elemen instansi dan organisasi kemasyarakatan. 

Uniknya, para peserta diwajibkan mengenakan busana muslim dan muslimah yang rapi, sopan, dan menutup aurat dengan sempurna sepanjang rute perlombaan.

4. Lantunan Doa dan Zikir Bersama di Pusat Keagamaan

Di balik segala kemeriahan festival di jalanan, esensi spiritual utama dari malam 1 Muharram tetap terjaga secara khusyuk. 

Berbagai masjid agung serta aula instansi pemerintahan daerah dipadati oleh jamaah yang hadir untuk melaksanakan doa dan zikir bersama.

Agenda sakral ini dimanfaatkan sebagai ruang refleksi diri, bermuhasabah atas segala kekhilafan di tahun lalu, sekaligus memohon keselamatan untuk hari-hari ke depan.

Melalui harmonisasi antara syiar agama dan pelestarian adat, tradisi menyambut Tahun Baru Islam di Gorontalo berhasil menjadi identitas daerah yang terus dijaga kelestariannya dari generasi ke generasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU