GORONTALO – Timnas Indonesia kian serius mematangkan kesiapan tim menjelang bergulirnya ajang Garuda Championship Series dalam kalender FIFA Matchday Juni 2026.
Skuad Garuda dijadwalkan bakal menjajal kekuatan Oman pada 5 Juni 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan menantang Mozambik pada 9 Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Juru taktik Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan apresiasi tinggi terhadap totalitas serta komitmen yang ditunjukkan anak asuhnya sejak hari pertama berkumpul.
Baca juga: Kapan Tahun Baru Islam 1448 H? Ini Kalender Hijriah Juni 2026
Pertemuan perdana di awal pemusatan latihan dinilai menjadi momentum krusial guna menyatukan visi, misi, dan target besar seluruh elemen tim.
“Ini adalah periode yang cukup sulit bagi para pemain karena mereka baru saja menjalani musim yang panjang. Yang terpenting adalah memastikan semua pemain memiliki komitmen terhadap tujuan kami berada di sini, yaitu mempersiapkan tim untuk target AFC dan tetap menjaga fokus pada ambisi lolos ke Piala Dunia,” ujar Herdman.
Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut merasa puas lantaran pasukannya langsung memberikan impresi serta respons yang sangat positif.
Baca juga: Apple dan Samsung Rajai Pasar Global, Ini 10 Smartphone Terlaris di Triwulan I 2026
Ritme dan intensitas latihan berjalan mulus sesuai dengan skenario tim pelatih, sehingga struktur permainan yang telah dibangun sebelumnya dapat langsung diperagakan kembali.
"Intensitas mereka sangat baik dan mereka langsung kembali ke ritme tim. Kami juga dapat mengulang hal-hal yang berjalan baik pada pertandingan sebelumnya serta memperbaiki beberapa kekurangan yang kami temukan,” ungkap Herdman menambahkan.
Ujian sesungguhnya bakal tersaji saat Indonesia bentrok dengan Oman yang dikenal sebagai salah satu tim kenyang pengalaman di kancah sepak bola Asia.
Baca juga: Nilam Jadi Komoditas Unggulan Baru, Bupati Gorontalo Targetkan Pasar Internasional
Herdman memandang duel ini sebagai parameter ideal untuk menakar sejauh mana progres kemajuan taktis sekaligus mengasah mental bertarung punggawa Garuda di level AFC.
“Kami memahami bahwa Oman merupakan tim Pot 2 di AFC, sementara kami memulai perjalanan dari Pot 4. Kami juga tahu posisi mereka dalam peringkat,” jelas eks pelatih Kanada tersebut.
“Oman adalah tim berpengalaman yang memahami cara memenangkan pertandingan di konfederasi ini. Bagi kami, tantangannya adalah belajar bagaimana meraih kemenangan melawan tim dengan kualitas seperti mereka,” sambung Herdman.
Kendati menaruh respek besar terhadap jam terbang sang lawan, Herdman menginstruksikan anak asuhnya untuk tidak gentar dan tetap fokus menyempurnakan skema permainan sendiri.
Ia ingin barisan pemain Indonesia mampu mendikte jalannya laga, menunjukkan karakter asli tim, serta tanggap membaca perubahan situasi di atas lapangan hijau.
Mengenai pemilihan personel, Herdman memilih langkah aman dengan tetap mempertahankan fondasi pilar yang dipanggilnya pada pemusatan latihan edisi Maret lalu.
Strategi ini sengaja diterapkan demi menjaga keberlanjutan program jangka panjang sekaligus mempererat ikatan emosional antar-pemain.
“Kami juga bisa kembali menjalankan struktur permainan yang sudah dibangun, meninjau beberapa hal yang berjalan baik saat menghadapi Bulgaria untuk dipertahankan, sekaligus memperbaiki beberapa kekurangan yang kami temukan dari pertandingan tersebut,” imbuh Herdman.
“Saya berusaha menjaga komposisi tim ini tetap konsisten karena kami perlu membangun kontinuitas, rasa kebersamaan, dan chemistry. Para pemain mulai menemukan ritme karena mereka terus bermain bersama dengan rekan-rekan yang sama,” tegasnya memungkasi perbincangan.
Walau meminimalkan agenda bongkar pasang pemain, Herdman tetap membuka pintu kompetisi yang sehat bagi sejumlah nama yang sukses mencuri perhatian pada agenda internasional sebelumnya.
Kesempatan emas ini diberikan agar mereka bisa unjuk gigi demi mengamankan satu tempat di kerangka tim utama menuju turnamen akbar AFC mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kita Garuda